BENGKULU, Bengkuluekspress.com- Mendengar atau melihat seseorang penjual umpan pancing ikan adalah hal yang biasa dan kerap kita temui di mana saja, baik di desa maupun di pinggiran Kota Bengkulu. Berbeda dengan penjual lumut yang juga digunakan untuk umpan ikan bagi para pemancing. Ini sangatlah jarang ditemukan terkecuali pada saat-saat tertentu. Pekerjaan inilah yang ditekuni seorang perempuan tua, bernama Nila warga pinggiran jalan Rustandi Sugianto Kecamatan Kampung Melayu. Nila (65) berjualan Lumut di pinggir jalan menuturkan kepada BE sudah dua tahun berjualan lumut dan hasilnya cukup menguntungkan daripada mengambil upah bertani. “Alhamdulillah lumayan, yang jelas cukup menguntungkan dan lebih nyaman jualan lumut ketimbang mengambil upah bertani,” ucapnya sembari melayani pemancing yang datang membeli lumutnya, selasa (8/2). Lumut yang saya jual bisa menghabiskan 1 ember sampai 2 ember besar dalam satu hari. “Kalau hari libur Sabtu atau Minggu penghasilan yang kami peroleh mencapai seratus sampai dua ratus ribu dalam satu hari,” ujarnya. Adapun lumut yang dijual menggunakan takaran, satu takar Rp 5 ribu , kadang ada yang beli tiga takar Rp. 10 ribu, bahkan paling banyak pembeli sampai 6 takar Rp. 30 ribu. Ketika ditanya bagaimana cara mendapatkan lumut tersebut, ia menjelaskan lumut dapat dicari di daerah Seluma persawahan arau bintang. “Saya mencari lumut liar di persawahan milik orang sejak pagi selepas subuh, dengan menggunakan jaring kecil,” ucapnya. Menurutnya lumut tidak bisa terlalu banyak disimpan karena lumut yang sudah diambil tidak bertahan lama, seperti di habitat aslinya. “Lumut yang sudah diambil dari sawah paling maksimal bertahan selama 24 jam,” katanya. Selain itu mengapa Ia tekun mencari lumut karena sebagai penjual lumut sangat senang melakoni pekerjaan tersebut. “Pemilik sawah akan senang karena kalau saya mengambil lumut-lumut tersebut berarti akan memperlancar arus jalannya air di parit sawah mereka, karena dengan tebalnya lumut yang mengendap di parit itu, otomatis arus air menjadi tidak lancar karena terhalang lumut,” ujarnya. Tumbuhan lumut mudah dijumpai di tempat yang lembab dan berair di persawahan. Petani padi menganggap lumut termasuk hama penggangu yang bisa menghambat pertumbuhan padi. Bagi Nila lumut bisa menjadi penghasil pundi-pundi rupiah untuk menopang ekonomi keluarga”, Tutupnya. (Ahmad/MG5).
Lumut Hijau Ternyata Laris Manis
Selasa 08-02-2022,22:21 WIB
Reporter : Iyud Mursito
Editor : Iyud Mursito
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-04-2026,15:01 WIB
Ratusan Warga Batu Kuning Terima Bantuan Pangan, Penyaluran Ditarget Rampung Dua Hari
Sabtu 04-04-2026,15:06 WIB
CJH Bengkulu Selatan Masuk Kloter 5, Berangkat 27 April 2026
Sabtu 04-04-2026,14:41 WIB
123 Warga Batu Kuning Terima Bantuan Pangan, Pemdes Tegaskan Tak Boleh Diperjualbelikan
Sabtu 04-04-2026,16:41 WIB
Dugaan Suap di Balik Ganti Rugi Tol Bengkulu–Taba Penanjung, Saksi Ungkap Penyerahan Uang ke Pejabat BPN
Sabtu 04-04-2026,16:38 WIB
Tangis Pecah di PN Bengkulu, Adik Terdakwa Pingsan Usai Pelukan
Terkini
Sabtu 04-04-2026,21:10 WIB
Heboh Cahaya Merah Melintas di Langit Sumatera, Diduga Fenomena Langit 2026
Sabtu 04-04-2026,19:59 WIB
Puting Beliung Terjang Selupu Rejang, Puluhan Rumah Rusak
Sabtu 04-04-2026,18:45 WIB
Baru 4 Tahun Jadi Jaksa, Harta Wira Arizona Capai Rp2,3 Miliar
Sabtu 04-04-2026,18:15 WIB
Hasil Riset Deep Intelligence Research (DIR): Sentimen Publik Terhadap Isu BBM Didominasi Kewaspadaan Tinggi
Sabtu 04-04-2026,18:08 WIB