KEPAHIANG,bengkuluekspress.com - Jelang batas akhir pelunasan Pajak Bumi Bangunan (PBB) tanggal 30 September mendatang, tunggakan PBB Kabupaten Kepahiang mencapai Rp 1,9 miliar. Jika tidak dituntaskan tepat waktu, maka warga bersangkutan akan masuk daftar penunggak pajak ditahun 2021, sehingga dikenakan hitunggan denda sebesar 2 persen setiap bulannya. Petugas Pendataan PBB Bidang Pendapatan Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepahiang, Rian menuturkan, pihaknya sudah menargetkan peningkatan PBB ditahun ini. Berbagai upaya juga ditempuh, seperti kerjasama Bank Bengkulu dan BRI Cabang Kepahiang untuk dapat menarik PBB masyarakat. \"Jadi untuk tahun ini, warga bisa bayar PBB jika sudah melunasi tunggakan PBB tahun-tahun sebelumnya,\" ungkap Rian. Selanjutnya Rian menyebutkan, ditahun 2021 terhitung sejak Januari lalu nominal tunggakan PBB warga mencapai Rp 1.9 miliar. Dari total PBB se-Kabupaten Kepahiang Rp 2,4 miliar. Batas akhir pelusanan PBB jatuh tempo tanggal 30 September 2021, jika lewat maka warga dinyatakan menunggak PBB. Selain kerjasama perbankan, BKD Kepahiang juga melibatkan kecamatan hingga kelurahan dan desa untuk dapat menarik PBB masyarakat. \"Sistemnya terus diperketat, agar penarikan PBB bisa maksimal,\" lanjut Rian. Disinggung soal indikasi penggelapan bayaran PBB ditingkat bawah, Rian tidak memberikan komentar. Namun Rian mengatakan, jika setiap tahunnya terhadap tunggakan PBB Kabupaten Kepahiang besar dengan kisaran nominal Rp 200 juta sampai Rp 400 juta. \"Tinggkat tertagih PBB di Kabupaten Kepahiang cukup tinggi, namun masih ada juga yang terhutang setiap tahunnya dikisaran Rp 200 juta sampai Rp 400 juta,\" ungkap Rian. Sebelumnya masyarakat Kabupaten Kepahiang hendaknya memeriksa kembali pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB), agar dapat memastikan jika setoran PBB tersebut benar-benar dibayarkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang. Pasalnya, saat ini adanya indikasi penggelapan uang setoran PBB oleh oknum perangkat yang menagih PBB ke rumah warga. Dana yang didapat tidak disetorkan sebagaimana mestinya, sehingga wajib PBB masih terutang. Indikasi adanya penggelapan pungutan dana PBB terjadi diwilayah Kelurahan Pensiunan Kecamatan Kepahiang, karena salah seorang warga dinyatakan menunggak PBB selama lima tahun terhitung sejak 2015, 2016, 2018, 2019 dan 2020. Dengan total tunggakan PBB mencapai RP 386 ribu, padahal warga bersangkutan selalu membayar PBB setiap tahunya. Hal itu diungkap Lurah Pensiunan Kecamatan Kepahiang, HM Sahar, Jum\'at (3/9). \"Iya benar terjadi diwilayah Kelurahan Pensiunan, kebetulan warga itu tetangga saya. Jadi dia sudah melapor kepada saya, waktu itu yang bersangkutan mengatakan selalu membayar PBB lewat ketua RT,\" ungkapnya. (320)
Tunggakan PBB di Kepahiang Masih Rp 1,9 Miliar
Sabtu 04-09-2021,19:20 WIB
Reporter : Novri Enyeng
Editor : Novri Enyeng
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 20-10-2026,11:29 WIB
15 Contoh Soal TKA Sejarah SMA 2026 Lengkap dengan Jawaban, Yuk Latihan Sebelum Ujian!
Selasa 20-10-2026,16:20 WIB
Warga Tionghoa Dukung Revitalisasi Kampung Cina, Berharap Kembali Ramai Pengunjung
Selasa 20-10-2026,11:34 WIB
Terungkap! Ini Alasan Arab Saudi Eksekusi Pria dan Wanita Bangladesh dalam Kasus di Masjid Mekkah
Selasa 20-10-2026,10:53 WIB
Ingin Lepas dari Rokok? Ini Berbagai Cara Berhenti dan Risiko yang Mengintai
Selasa 20-10-2026,11:02 WIB
Dari Gangguan Lambung hingga Kanker Usus, Kenali Gejala dan Penanganannya
Terkini
Selasa 20-10-2026,16:27 WIB
Tanamkan Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Ditlantas Polda Bengkulu Gelar Polsanak Dua Kali Sepekan
Selasa 20-10-2026,16:20 WIB
Warga Tionghoa Dukung Revitalisasi Kampung Cina, Berharap Kembali Ramai Pengunjung
Selasa 20-10-2026,16:14 WIB
Bunda PAUD Kota Bengkulu Finalisasi Grand Design Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Selasa 20-10-2026,16:11 WIB
Masih Dievaluasi Pemprov, Pemkot Bengkulu Kebut Persiapan KegiatanAPBD Perubahan 2026
Selasa 20-10-2026,15:18 WIB