BENGKULU, BE - Program Padat Karya Tunai (PKT) di Bengkulu telah berjalan dengan cukup baik. Bahkan program tersebut mampu menyerap sebanyak 25.909 tenaga kerja. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Ismet Saputra mengatakan, PKT di Bengkulu dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pertanian, dan Perhubungan. Dari tiga Kementerian tersebut, sebanyak 2 Kementerian yaitu PUPR dan Pertanian yang telah maksimal menjalankan program ini. Sementara Kementerian Perhubungan belum begitu maksimal dijalankan. \"PKT di Bengkulu sudah berjalan dengan baik, hanya saja Kementerian Perhubungan belum menjalankan program ini dengan maksimal,\" kata Ismet, kemarin (17/9). Ia mengaku, kinerja PKT dapat diketahui berdasarkan realisasi serapan anggaran. Berdasarkan angka realisasi anggaran hingga 1 September 2020 lalu, Kementerian PUPR telah merealisasikan anggaran PKT mencapai Rp 97,2 juta dari pagu senilai Rp 181,3 juta. Sementara itu, Kementerian Pertanian telah merealisasikan anggaran Rp 10,09 miliar dari pagu Rp 12,6 miliar dan Kementerian Perhubungan baru merealisasikan Rp 183,2 ribu dari pagu Rp 7,2 miliar. \"Realisasi anggaran tertinggi masih dipegang oleh Kementerian Pertanian, sudah mencapai 80 persen, sementara yang terendah Kementerian Perhubungan,\" tuturnya. Ia menduga, rendahnya kinerja PKT yang dilakukan Kementerian Perhubungan karena programnya yang belum jelas sehingga anggaran tersebut menjadi tidak terpakai. \"Kita belum tahu kenapa realisasi anggaran PKT Kementerian Perhubungan rendah, kemungkinan karena programnya yang belum jelas,\" ujarnya. Meski begitu, Ismet cukup senang dengan dua Kementerian yaitu PUPR dan Pertanian. Karena program PKT yang dijalan oleh dua kementerian ini sudah berjalan dengan cukup baik. Bahkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo. \"Kita bersyukur karena program PKT ini mampu menyerap sebanyak 25.909 tenaga kerja di Bengkulu,\" ungkap Ismet. Ia menambahkan, program PKT memang dirancang sebagai salah satu upaya untuk memberikan penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat pandemi Covid-19. Ditambah lagi, jenis pekerjaan yang dapat dilaksanakan para pekerja juga tidak memerlukan keterampilan khusus. Dimana mereka nantinya hanya melakukan pekerjaan seperti membersihkan saluran, bangunan pelengkap, perlengkapan jalan, pengecatan sederhana, dan pemotongan rumput. \"Jadi ini program yang sangat baik lebih lagi untuk pekerja harian yang kehilangan pendapatan selama pandemi Covid-19,\" tutupnya.(999)
Padat Karya Serap 25.909 Tenaga Kerja di Bengkulu
Kamis 17-09-2020,21:15 WIB
Reporter : Dendy BE
Editor : Dendy BE
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,14:54 WIB
Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik: Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan “Gerak Bersama"
Minggu 22-03-2026,14:56 WIB
Warga Membludak, Yasinan Massal di TPU Gunung Selan Kian Semarak
Minggu 22-03-2026,15:25 WIB
Pawai Obor Terangi Kota Manna
Minggu 22-03-2026,15:07 WIB
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada 24 sampai 29 Maret 2026
Minggu 22-03-2026,15:22 WIB
Kebakaran Hebohkan Warga di Kebun Keling Bengkulu, Rumah dan PAUD Ludes Dilalap Api
Terkini
Minggu 22-03-2026,21:42 WIB
Hiburan Rakyat Persembahan Bupati Dipadati Warga Seluma
Minggu 22-03-2026,17:43 WIB
Garuda Indonesia Hentikan Operasional di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu
Minggu 22-03-2026,17:09 WIB
Propam Polda Bengkulu Ingatkan Anggota Jaga Disiplin dan Maksimalkan Pelayanan ke Masyarakat
Minggu 22-03-2026,17:06 WIB
Akui Kesalahan Terdakwa Kasus Koripso Batubara Siap Kembalikan KN Rp159 M
Minggu 22-03-2026,17:02 WIB