TAHUN INI PROYEK JALAN TOL BATAL

Senin 02-12-2019,09:12 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

Pembangunan Tetap Dilaksanakan 2020

BENGKULU, bengkuluekspress.com - Rencana peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Bengkulu - Lubuk Linggau batal dilakukan tahun ini. Pasalnya, sampai saat ini kesiapan presiden untuk peletakan batu pertama jalan tol belum terjadwal. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi mengatakan, pihaknya telah mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) dan dipastikan peletakan batu pertama pembangunan jalan tol akan dilakukan tahun depan.

\"Koordinasi sudah kita lakukan dan pembangunan jalan tol itu tetap mulai dilakukan tahun depan,\" terang Edwar kepada BE, kemarin (1/12).

Edwar menegaskan, Kementerian PUPR hanya menunggu kesiapan presiden datang ke Bengkulu. Sebab, usulan mendatangkan presiden ke Bengkulu itu telah dilakukan. Hanya saja, keputusan itu tetap ada di presiden datang ataupun tidak ke Bengkulu. \"Tapi yang jelas, pembangunan jalan tol tahap pertama Bengkulu-Taba Penanjung itu tetap dilakukan,\" tambahnya.

Tidak hanya Kementerian PUPR, Gubernur Bengkulu juga telah memberikan surat permintaan kepada presiden untuk melakukan presmian. Namun tetap tidak bisa dilakukan. Bahkan rencananya, presiden datang ke Bengkulu bersamaan dengan presmian monumen Fatmawati pada bulan Februari mendatang. \"Perkiraan seperti itu, tinggal menunggu saja,\" ujar Edwar. Untuk persiapan pembangunan yang dilakukan oleh PT Hutama Karya (HK) menurut Edwar sudah dilakukan. Bahkan alat berat dan matrial pembangunan telah sampai di Bengkulu. Termasu anggaran pembangunan yang dibebankan oleh PT HK juga sudah siap. \"Kalau persiapan sudah dilakukan. Tinggal memulai pembangunan saja,\" tuturnya.

Selain berencana melakukan pembangunan tol tahap pertama, sampai saat ini untuk pembebasan lahan warga yang terdampak pembangunan juga belum rampung. Edwar mengatakan, Badan Pertanahaan Nasional (BPN) yang bertugas menyelesaikan pembebasan lahan itu juga harus bergerak cepat. Jangan sampai pembebasan lahan itu terus berlarut. \"Masyarakat juga harus bersabar. Pasti proses ganti untung itu akan dilakukan,\" papar Edwar.

Sementara itu, Kepala BPN Provinsi Bengkulu, Ir Danu Ismadi mengatakan, proses pembebasan lahan masih terus berlangsung. Tim appraisal (penilai) independen masih melakukan penghitungan nilai ganti untung untuk lahan warga yang terkena pembangunan jalan tol. Seperti di Bengkulu Tengah, warga dari 6 desa yang lahannya terdampak pembangunan, tinggal 3 desa lain yang belum selesai. Yaitu Desa Padang Ulak Tanjung, Desa Taba Lahan dan Desa Jumat. \"Perkiraan di Benteng ini seminggu lagi selesai penghitungan,\" ungkap Danu.

Tidak hanya di Benteng, BPN juga telah menerjunkan tim appraisal di lahan warga Kota Bengkulu yang terkena dampak pembangunan. Diperkirakan pada bulan Desember mendatang, sudah selesai dilakukan penghitungan. \"Setelah penghitungan, maka akan diumumkan nilai, berapa yang layak,\" ujarnya. Untuk anggarannya sendiri, Danu mengatakan tidak ada masalah. Sebab, anggaran itu telah disiapkan oleh Kementerian PUPR. BPN hanya melakukan pengukuran lahan dan pelaksanaan teknis lainnya. \"Kalau anggaranya tidak masalah,\" tuturnya.

Danu menjelaskan, jika pemerintah ingin cepat melakukan peletakan batu pertama pembangunan, maka tidak menjadi persoalan. Lahan pemprov yang juga terkena dampak pembangunan, bisa dijadikan lokasi pembangunan pertama. Sembari menunggu pembebasan lahan warga selesai semua. \"Boleh saja dilakukan, asalakan selesai pembebasannya. Apalgi ada lahan pemprov, kan aman saja,\" pungkas Danu. (151)

Tags :
Kategori :

Terkait