Isu tak sedap menyambar KPK di kasus suap daging impor yang menyeret Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Mulai dari pesan BlackBerry Messenger (BBM) hingga kicauan di twitter. KPK enggan menanggapi tudingan miring itu. KPK menjamin pengusutan kasus Luthfi sudah sesuai prosedur hukum tak ada rekayasa. \"Bagi saya, cukuplah Allah dan Rasul-Nya yang tahu,\" kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat berbincang, Kamis (31/1). Pimpinan KPK yang tak pernah lepas dari puasa Senin Kamis ini menuturkan, KPK tak mau menanggapi tudingan-tudingan fitnah yang diarahkan kepada lembaga ini terkait kasus yang menyeret Luthfi. \"Kami tidak mau menanggapi sinyalemen yang dituduhkan pada KPK. Kami harus berterimakasih kepada masyarakat yang memberikan informasi yang bisa ditindaklanjuti dengan segera,\" jelas Bambang. \"Semoga yang dikerjakan dapat bermanfaat bagi kemaslahatan rakyat,\" tambahnya lagi. KPK dalam kasus suap daging ini telah menetapkan 4 tersangka. Mereka yakni Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan, juga Juard Effendi dan Arby Arya Effendi dari PT Indoguna, perusahaan pengimpor daging.(**)
Dituding Rekayasa Kasus Luthfi, KPK: Biar Allah dan Rasul yang Tahu
Kamis 31-01-2013,09:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-11-2026,20:24 WIB
New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru
Minggu 01-11-2026,20:20 WIB
Siap Melesat di Sepang, Pebalap Muda Binaan Astra Honda Bidik Podium IM4AC
Senin 02-11-2026,11:21 WIB
Panduan Stek dan Sambung Pucuk Kopi Robusta, Cara Petani Bengkulu Tingkatkan Hasil Panen
Minggu 01-11-2026,20:16 WIB
Rofikoh Widiyati Terpilih sebagai Guru Inspiratif Astra Honda 2026 Regional Bengkulu
Senin 02-11-2026,10:58 WIB
Gaji Sering Habis Sebelum Tanggal 15? Coba Atur Keuangan dengan Metode 50/30/20
Terkini
Senin 02-11-2026,16:04 WIB
Wawali Ronny Tobing Ikut Donor Darah Sambut HUT ke-29 Bank Mandiri Bengkulu
Senin 02-11-2026,16:01 WIB
Bukan Sekadar Proyek, Mian Minta Infrastruktur Bengkulu Tuntaskan Keluhan Rakyat
Senin 02-11-2026,13:25 WIB
Pemerintah Indonesia Desak Rusia Tak Lagi Rekrut WNI untuk Perang
Senin 02-11-2026,13:21 WIB