El Nino 38 Derajat Celsius Kembali Landa Bengkulu, Terjadi Hingga Desember
Triwidiarto--
BENGKULUEKSPRESS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino kembali memengaruhi sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu sejak Juni hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan cuaca lebih kering dan suhu udara terasa lebih panas, terutama di kawasan pesisir pantai.
Berdasarkan pemantauan BMKG, suhu udara di Bengkulu dalam beberapa pekan ke depan diperkirakan berada pada kisaran 32 hingga 38 derajat Celsius. Meski masih terdapat potensi hujan ringan di sejumlah wilayah, cuaca panas menyengat diprediksi tetap dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
Kepala Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Triwidiarto, menjelaskan bahwa fenomena El Nino terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan laut yang berdampak pada kondisi cuaca di Bengkulu. Menurutnya, sebagian besar wilayah pesisir mengalami kondisi lebih kering dibandingkan wilayah pegunungan.
“Bengkulu saat ini memasuki periode kering sejak Juni dan diperkirakan berlangsung hingga Agustus. Namun demikian, masih terdapat potensi hujan di beberapa daerah seperti Lebong dan Rejang Lebong,” ujarnya.
BACA JUGA:Dishub Kota Bengkulu Siagakan Personel untuk Kelancaran Lalu Lintas Selama Festival Tabut
Ia menambahkan, wilayah pesisir seperti Mukomuko, Seluma, dan Manna menjadi daerah yang paling merasakan dampak kondisi kering akibat pengaruh El Nino.
Meski demikian, fenomena El Nino yang terjadi saat ini cenderung melemah sehingga masih tergolong aman dan belum menimbulkan dampak ekstrem.
Sementara itu, wilayah dataran tinggi dan pegunungan seperti Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, hingga Kepahiang diperkirakan tidak terdampak signifikan. Daerah-daerah tersebut masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama periode El Nino berlangsung.
BMKG memperkirakan fenomena El Nino akan mulai melemah menjelang akhir Agustus 2026. Seiring meningkatnya curah hujan, kondisi cuaca di Bengkulu diprediksi berangsur normal sehingga suhu udara yang saat ini terasa panas akan mulai menurun.
Masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir, diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
