Fokus DAK 2027, Mukomuko Targetkan Punya Penggilingan Padi Modern di Lubuk Pinang
Fokus DAK 2027, Mukomuko Targetkan Punya Penggilingan Padi Modern di Lubuk Pinang-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko mulai menaruh perhatian serius pada sektor hilirisasi pertanian. Dalam usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2027, Dinas Pertanian Mukomuko menempatkan pembangunan mesin penggilingan dan pengeringan padi (Rice Milling Unit) sebagai prioritas utama untuk wilayah Lubuk Pinang.
Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas produksi gabah petani lokal agar mampu bersaing dengan produk luar daerah, sekaligus menstabilkan harga di tingkat produsen.
Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Sunaji, ST, mengungkapkan bahwa dari berbagai menu yang tersedia di DAK Pertanian 2027, modernisasi alat pascapanen menjadi kebutuhan mendesak bagi kecamatan lumbung padi seperti Lubuk Pinang.
Di Kecamatan Lubuk Pinang, kebutuhan akan pembangunan rice milling atau mesin penggilingan dan pengeringan padi masuk dalam prioritas pertama. Menu ini dalam DAK Pertanian 2027 sangat krusial bagi kemajuan petani kita," ujar Sunaji.
BACA JUGA:Cegah Pungli, Dana Bedah Rumah Mukomuko Langsung Masuk Rekening Warga
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Terbaik Ketiga dari Komisi Kejaksaan RI
Selama ini, keterbatasan alat pengering sering kali membuat kualitas beras menurun, terutama saat panen raya di musim penghujan. Dengan adanya teknologi penggilingan modern, diharapkan nilai tambah hasil tani Mukomuko meningkat secara signifikan.
Meski Lubuk Pinang menjadi titik fokus modernisasi mesin padi, Sunaji menjelaskan bahwa usulan DAK 2027 mencakup pembangunan sarana di delapan kecamatan terpilih. Penentuan lokasi khusus (lokus) ini didasarkan pada potensi keunggulan masing-masing wilayah.
Adapun kedelapan kecamatan tersebut adalah Lubuk Pinang, V Koto, XIV Koto, Teramang Jaya, Ipuh, Air Rami, Pondok Suguh, dan Selagan Raya. Jenis kegiatan yang diusulkan pun beragam, mulai dari pembangunan jalan sentra produksi hingga fasilitas penunjang sektor peternakan.
"Setiap kecamatan memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang fokus pada jalan sentra produksi untuk memperlancar distribusi hasil panen, ada juga yang menyasar pembangunan pusat kesehatan hewan dan pengolahan pakan," tambah Sunaji.
Selain teknologi padi, Pemkab Mukomuko juga berupaya mengamankan bantuan peralatan pembuatan pakan ternak. Upaya ini dilakukan agar ketergantungan peternak terhadap pakan pabrikan yang harganya fluktuatif dapat dikurangi.
Hingga saat ini, proses pengusulan yang dikoordinir oleh Baperinda Mukomuko tersebut baru mencapai tahap penentuan lokus dan rincian menu kegiatan. Pemkab Mukomuko berharap kementerian terkait dapat mengakomodasi seluruh usulan ini demi mewujudkan kemandirian pangan di daerah pada 2027 mendatang. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
