Bobol Uang SPBU di Kota Manna, Operator Gasak Ratusan Juta
Terduga pelaku berinisial HR (33) yang berhasil diamankan Satreskrim Polres Bengkulu Selatan.-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Kasus dugaan penggelapan uang operasional di salah satu SPBU wilayah Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, mencuat. Aparat dari Polres Bengkulu Selatan langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang diterima pada Rabu (14/4/2026) sekitar pukul 17.33 WIB.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi lebih awal, yakni pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Jalan Kutau. Kasus terungkap setelah manajemen SPBU melaporkan adanya kejanggalan pada keuangan operasional.
Korban, Vito Alexander, warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Kota Manna, melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari manajer SPBU terkait habisnya dana operasional untuk pembelian BBM.
Dari hasil pemeriksaan internal, ditemukan dugaan penggelapan uang hasil penjualan BBM yang dilakukan oleh salah satu operator SPBU.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp196.248.000.
Terduga pelaku berinisial HR (33), warga Desa Lubuk Sirih, Kecamatan Manna, yang bekerja sebagai operator di SPBU tersebut, kini telah diamankan pihak kepolisian.
BACA JUGA:Perketat Distribusi Ternak ke Enggano Jelang Idul Adha 1447 H
BACA JUGA:Petir Sambar Penyadap Karet di Seluma, Satu Tewas Dua Luka
Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Reno Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya tengah fokus menangani perkara tersebut.
“Kasus ini sedang kami tangani. Kami fokus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk memperjelas konstruksi perkara,” ujarnya.
Ia memastikan, proses penanganan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Penanganan perkara ini akan kami lakukan secara profesional dan transparan sesuai prosedur hukum,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan sistem pengawasan internal, khususnya dalam pengelolaan keuangan.
“Kepercayaan dalam pengelolaan usaha harus dibarengi dengan sistem kontrol yang baik. Setiap transaksi harus tercatat dengan jelas untuk mencegah potensi penyimpangan,” tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
