Banner HONDA

Bengkulu di Ring of Fire, Masyarakat Didorong Mandiri Hadapi Bencana

Bengkulu di Ring of Fire, Masyarakat Didorong Mandiri Hadapi Bencana

Dankodiklat TNI, Mohamad Naudi Nurdika dan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi-FOTO MC PEMKOT BKL-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Menyadari posisi geografis Bengkulu yang berada di kawasan Ring of Fire, berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat menggelar latihan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

Latihan ini difokuskan pada peningkatan kesiapan menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami yang berisiko terjadi di wilayah tersebut.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dankodiklat TNI, Mohamad Naudi Nurdika, dengan tujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antarinstansi agar lebih responsif saat kondisi darurat.

Dalam keterangannya, pihak TNI menegaskan bahwa tujuan utama simulasi ini adalah menumbuhkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Masyarakat diharapkan sadar bencana dan mampu mengamankan diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Latihan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berfokus pada upaya pengurangan risiko dan dampak bencana secara terukur.

BACA JUGA:Egrek Sentuh Kabel PLN, Pemuda di Seluma Meninggal di TKP

BACA JUGA: Atraksi PSHT dan IKSPI Pukau Warga di HUT ke-25 Pino Raya

Pemerintah Kota Bengkulu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap peran strategis TNI dalam mendukung kesiapsiagaan daerah.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

“Kita berada di daerah rawan, sehingga pembagian peran sangat penting. TNI, BPBD, pemerintah kota hingga provinsi harus selaras dalam pencegahan dan penanggulangan,” ujarnya.

Sinergi ini mencakup koordinasi antara TNI, BPBD, pemerintah kota hingga Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam satu sistem terpadu.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Bengkulu berencana menggelar simulasi bencana skala besar pada akhir tahun 2026 yang akan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Simulasi tersebut juga akan menyasar pelajar sebagai bagian dari edukasi dini terkait langkah penyelamatan saat terjadi gempa maupun tsunami.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: