Banner HONDA
BPBD

86 Ton Benih Padi Gratis Segera Tiba di Mukomuko, Sasar 3.443 Hektare Sawah

86 Ton Benih Padi Gratis Segera Tiba di Mukomuko, Sasar 3.443 Hektare Sawah

Hari Mustaman-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Petani di Kabupaten Mukomuko dalam waktu dekat akan mendapatkan suntikan bantuan sarana produksi. Sebanyak puluhan ton benih padi unggul bantuan dari pemerintah dipastikan segera tiba dan siap disalurkan untuk mendukung optimalisasi musim tanam kedua (MP II) tahun 2026.

​Langkah ini merupakan bagian dari upaya proaktif Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pertanian untuk memastikan ketersediaan benih berkualitas bagi para petani sawah di wilayah lumbung pangan Kabupaten Mukomuko.

​Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, mengungkapkan bahwa bantuan yang akan tiba ini merupakan hasil usulan bantuan benih padi inbrida yang diajukan ke pemerintah pusat dan provinsi.

​"Dalam waktu dekat akan tiba bantuan benih padi untuk petani sawah di tujuh kecamatan. Total benih yang kita usulkan mencapai 86.077 kilogram atau sekitar 86 ton," ujar Hari Mustaman saat memberikan keterangan, Kamis 9 April 2026.

​Bantuan benih unggul bersertifikat ini dirancang untuk menjangkau lahan persawahan seluas 3.443 hektare. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara mandiri.

BACA JUGA:Target Juara, Pemkab dan Kemenag Mukomuko Matangkan Persiapan Kafilah MTQ Tingkat Provinsi 2026

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Cek Fisik dan Dokumen Kendaraan Dinas Seluruh OPD

​"Bantuan ini menyasar petani di berbagai kecamatan, dengan harapan produksi padi meningkat sehingga kebutuhan pangan daerah dapat terpenuhi tanpa bergantung dari luar," tambahnya.

​Hari menambahkan, bantuan benih padi ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional Kementerian Pertanian RI tahun anggaran 2026. Fokus utamanya adalah percepatan pemulihan sektor pertanian dan penanganan dampak perubahan iklim.

​Selain benih, Dinas Pertanian Mukomuko juga tengah berupaya melobi pemerintah pusat untuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna menunjang modernisasi budidaya di tingkat petani.

​"Ini adalah langkah proaktif kita untuk menjemput dukungan pusat. Kita ingin petani kita tidak hanya punya benih bagus, tapi juga didukung alat yang memadai," kata Hari.

​Untuk menjamin bantuan tepat sasaran, penyaluran akan dilakukan melalui kelompok tani berdasarkan daftar Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang telah diusulkan sebelumnya. Mekanisme ini mengacu pada pedoman teknis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

​Bagi petani yang ingin mendapatkan bantuan serupa di masa mendatang, Hari menyarankan agar para petani aktif berkoordinasi dengan kelompok tani (poktan) maupun penyuluh di lapangan agar dapat masuk dalam usulan daftar CPCL.

​"Kami berharap petani dapat memanfaatkan momentum musim tanam secara maksimal. Jika produksi naik, tentu kesejahteraan petani juga akan ikut terdongkrak," tutup Hari Mustaman. (**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: