Jembatan 'Garuda' Mulai Dibangun, Akses Terisolasi di Pondok Suguh Segera Terbuka
Pembangunan Jembatan Garuda di Pondok Suguh Mukomuko dimulai, akses warga terisolasi segera terbuka.-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM– Harapan besar masyarakat di Kecamatan Pondok Suguh untuk memiliki akses transportasi yang layak dan memadai kini mulai menemui titik terang. Komitmen pemerintah dan TNI dalam memutus rantai keterisolasian wilayah kembali ditegaskan melalui prosesi ground breaking pembangunan Jembatan Gantung dalam program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV.
Proyek infrastruktur yang digagas oleh TNI AD ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang diwakili Asisten I Setdakab Bahtiar, jajaran Kodim 0428/Mukomuko, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga tokoh masyarakat serta perangkat desa setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan betapa krusialnya pembangunan jembatan ini bagi mobilitas warga di pedesaan.
Pasi Intel Kodim 0428/Mukomuko, Kapten Inf Rahmad Dori, yang hadir mewakili Dandim menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar proyek fisik biasa. Program ini adalah bagian dari strategi besar untuk membuka akses wilayah yang selama ini sulit dijangkau akibat kendala geografis.
“Tujuan utama pembangunan Jembatan Garuda ini adalah meningkatkan konektivitas antarwilayah, memangkas jarak tempuh yang selama ini dikeluhkan warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan secara signifikan,” tegas Rahmad Dori.
Ia menambahkan, kehadiran jembatan gantung tersebut akan memberikan dampak langsung bagi kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal mobilitas harian. Selama ini, warga seringkali harus memutar jauh untuk mencapai pusat keramaian. Namun, dengan adanya jembatan ini, akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi akan menjadi jauh lebih cepat dan aman bagi semua kalangan.
BACA JUGA:16 Ribu Pekerja di Mukomuko Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
BACA JUGA:Penangguhan Penahanan Refpin Ditentukan 9 April, Surat Jaminan Rieke Jadi Sorotan
Sektor perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi Mukomuko juga mendapat perhatian serius dalam pembangunan ini. Jembatan Garuda diprediksi akan menjadi jalur utama bagi petani untuk mendistribusikan hasil bumi seperti sawit dan karet yang selama ini terkendala akses angkut.
Mewakili Kepala Dinas PUPR Mukomuko Ir. Apriansyah, ST, MT, Kepala Bidang Bina Marga Ir. Muhammad Yusuf, ST, menekankan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif TNI AD ini sangatlah bulat.
Jembatan ini sangat penting untuk membantu masyarakat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Kami berharap pekerjaan ini berjalan lancar sehingga arus barang dan jasa semakin lancar, yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan warga secara nyata,” ungkap Yusuf.
dengan hal tersebut, Camat Pondok Suguh menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian besar dari jajaran TNI dan pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Baginya, pembangunan ini adalah jawaban atas penantian panjang warga Pondok Suguh yang mendambakan kemudahan akses transportasi.
kegiatan ditutup secara simbolis dengan peletakan batu pertama dan pembongkaran awal struktur jembatan lama sebagai tanda dimulainya konstruksi fisik. Tak hanya soal infrastruktur, momen ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar, mempertegas sinergi kuat antara TNI, pemerintah, dan rakyat.
Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan wilayah Kecamatan Pondok Suguh—mengubah tantangan keterisolasian menjadi percepatan ekonomi desa yang berdaya saing. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


