Warga Sido Mulyo Seluma Simpan 37 Barcode dan Modifikasi Mobil Kijang Pakai Mesin Sanyo untuk Timbun BBM
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Seluma berhasil membongkar praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.--
BENGKULUEKSPRESS.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Seluma berhasil membongkar praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite. Dalam operasi ini, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial BM, warga Kelurahan Sido Mulyo, Kecamatan Seluma Selatan, beserta armada "helikopter" (istilah mobil pengunjal) yang telah dimodifikasi.
Kasus ini terungkap setelah Unit Tipidter Satreskrim Polres Seluma melakukan pengintaian di SPBU Tais. Petugas mencurigai satu unit mobil Toyota Kijang berwarna hijau metalik yang mengantre berkali-kali untuk mengisi Pertalite.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, menjelaskan bahwa petugas langsung menghentikan kendaraan tersebut di jalan raya sesaat setelah keluar dari SPBU.
"Pelaku kami amankan usai melakukan pengisian berulang (mengunjal). Saat digeledah, di dalam mobil ditemukan tangki yang sudah dimodifikasi serta mesin penyedot air (Sanyo) untuk memindahkan BBM," ujar Kapolres, Kamis (12/3/2026).
Hasil penyidikan mengungkap taktik licik pelaku untuk mengelabui sistem digitalisasi Pertamina. Pelaku menggunakan 37 barcode berbeda agar bisa mengisi BBM melampaui batas harian yang ditentukan. Mengingat satu mobil dibatasi pengisian Rp250 ribu, pelaku menggunakan puluhan barcode kerabatnya untuk mengisi 3 hingga 4 kali sehari di SPBU yang sama.
BACA JUGA: Dugaan Korupsi DD Bandar Agung Terus Didalami, Penyidik Turun Cek Pekerjaan Desa
BACA JUGA:Antisipasi Penimbunan Selama Ramadan, Unit Tipidter Polres BS Sidak Pasar Ampera
Bukan hanya itu, pelaku melakukan penyedotan BBM otomatis. Setelah tangki mobil penuh di SPBU, pelaku menepi ke tempat sepi. BBM di dalam tangki disedot menggunakan mesin Sanyo yang terhubung ke selang, lalu dipindahkan ke dalam jerigen kapasitas 33 liter untuk ditimbun.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti satu unit mobil Toyota Kijang hijau metalik, 37 lembar barcode pengisian BBM Pertalite, satu unit mesin penyedot merek Sanyo dan selang plastik 1,5 meter, dan tiga jerigen plastik berisi masing-masing 33 liter BBM Pertalite.
Kini, Polres Seluma tengah mendalami kemungkinan adanya "main mata" antara pelaku dengan petugas SPBU. "Untuk dugaan keterlibatan operator SPBU masih kami dalami. Kami akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan BBM subsidi karena sangat merugikan masyarakat luas," tegas AKBP Bonar.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




