HONDA BANNER

Hoaks! Berita Catut Nama Rakyat Bengkulu, Sebarkan Screenshot Wanita Video Call

Hoaks! Berita Catut Nama Rakyat Bengkulu, Sebarkan Screenshot Wanita Video Call

General Manager (GM) Rakyat Bengkulu, Patris Muwardi, S.Pt, dengan tegas membantah bahwa laman dalam screenshot tersebut bukan berasal dari website resmi Rakyat Bengkulu. ---foto: istimewa-

BENGKULUEKSPRESS.COM -  Beredar luas tangkapan layar (screenshot) sebuah foto diduga di laman web yang berisikan gambar seorang perempuan sedang video call diduga bersama seorang pria dan sudah diedit sedemikian rupa. 

Gambar tersebut menjadi viral lantaran di atasnya diberi embel embel logo harian Rakyat Bengkulu (RB) dan diedit sedemikian rupa hingga hampir menyerupai laman web harian RB, disertai judul "Viral Perempuan asal Seluma Bengkulu Bernama **** yang merupakan istri *** melakukan Aksi Video **** Bersama oknum *****" 

Terkait hal itu, General Manager (GM) Rakyat Bengkulu, Patris Muwardi, S.Pt, dengan tegas membantah bahwa laman dalam screenshot tersebut bukan berasal dari website resmi Rakyat Bengkulu. 

Manajemen memastikan konten yang beredar itu bukan produk jurnalistik dan tidak pernah dimuat di kanal resmi media harian Rakyat Bengkulu maupun di RB online.

“Itu bukan website kami. Isinya tersebut jelas bukan merupakan pemberitaan Rakyat Bengkulu. Kami menduga kuat itu hasil editan pihak yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja mencatut nama dan logo perusahaan untuk tujuan tertentu,” tegas Patris, 

BACA JUGA:Polsek Kaur Selatan Razia Warung Remang, Sita Miras Berbagai Merek Selama Ramadan BACA JUGA:Polsek Kaur Selatan Razia Warung Remang, Sita Miras Berbagai Merek Selama Ramadan

BACA JUGA:Kurir Sabu 3,99 Gram di Mukomuko Dibekuk, Polda Bengkulu Musnahkan Barang Bukti dengan Diblender

Ia menilai tindakan tersebut sebagai upaya mencemarkan nama baik perusahaan dan merusak kredibilitas media yang selama ini menjalankan kerja jurnalistik secara profesional dan berpedoman pada kode etik.Patris menegaskan seluruh produk pemberitaan yang diterbitkan selalu melalui proses verifikasi dan penyuntingan sesuai standar jurnalistik. 

“Konten bermuatan asusila atau vulgar, apalagi tanpa dasar fakta dan konfirmasi, dipastikan bukan bagian dari kebijakan redaksi. Kami jelas mengecam tindakan pelaku yang sudah melakukan tindakan tersebut ” katanya

Tindakan manipulasi dengan mencatut media dinillai sebagai perbuatan yang tidak etis dan berpotensi melanggar hukum. Bahkan, Patris mengatakan tidak segan untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian

Patris mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan kebenarannya melalui kanal resmi media. 

Masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menyebarkan konten di media sosial maupun aplikasi percakapan, agar tidak turut menyebarkan informasi palsu atau hoaks.

“Manajemen memastikan akan melakukan penelusuran internal dan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi nama baik perusahaan,” tutupnya

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: