HONDA BANNER

Siswa SMA/SMK di Bengkulu Boleh Bawa HP ke Sekolah, Tapi Wajib Simpan di Loker Saat Jam Belajar

Siswa SMA/SMK di Bengkulu Boleh Bawa HP ke Sekolah, Tapi Wajib Simpan di Loker Saat Jam Belajar

FOTO ilustrasi siswa sedang upacara bendera-RIO-

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler (HP) bagi pelajar SMA, SMK, dan SLB. Aturan ini dipastikan tidak dicabut, melainkan akan disempurnakan demi mencari titik tengah antara kebutuhan teknologi dan ketertiban sekolah.

Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menjelaskan bahwa ke depan pelajar tetap diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah. Namun, ponsel tersebut dilarang digunakan selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung dan wajib disimpan di loker khusus.

"Minimal anak-anak ini boleh membawa HP, tetapi HP harus disimpan di loker yang disediakan sekolah selama jam pelajaran," ujar Zulhendri, Minggu (22/2/2026).

Zulhendri memaparkan, Surat Edaran Nomor B.400.3/26.S/Disdikbud/2026 tentang Pembatasan Penggunaan Ponsel sebelumnya diterbitkan karena adanya pergeseran perilaku siswa yang memprihatinkan. Salah satunya adalah maraknya konten perkelahian pelajar yang sengaja direkam dan disebarluaskan demi konten media sosial.

BACA JUGA:Seluma Darurat Laka Lantas, 8 Orang Meninggal Dunia Sejak Januari 2026

BACA JUGA:Kue Bugis Ubi Ungu, Hidangan Manis dan Lezat yang Tepat untuk Berbuka Puasa

"Ketika ada siswa yang ribut, bukannya melerai, rekan-rekannya malah sibuk memvideokan. Fenomena ini menunjukkan hilangnya empati. Kami ingin anak-anak kembali memahami manfaat HP yang sebenarnya, bukan untuk hal-hal negatif," tegasnya.

Meski dibatasi saat KBM, pihak sekolah tetap mengakomodasi kebutuhan komunikasi siswa, terutama untuk keperluan darurat seperti menghubungi orang tua atau memesan transportasi daring saat jam pulang sekolah.

Selain aturan teknis penyimpanan HP, Disdikbud juga meluncurkan pendekatan pembinaan karakter melalui Program Retret Merah Putih berbasis rumah ibadah. Program ini melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta guru BK.

"Pendekatan ini menitikberatkan pada nilai keagamaan dan karakter. Kami berharap ilmu yang diperoleh guru dan kepala sekolah dalam program ini dapat ditularkan menjadi budaya baru yang positif di sekolah masing-masing," tambah Zulhendri.

Melalui kombinasi antara aturan teknis (loker HP) dan penguatan mental (retret karakter), Disdikbud Bengkulu optimistis dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertib, bijak bermedia sosial, serta mampu menekan dampak negatif gawai di kalangan generasi muda.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait