HONDA BANNER

Dedy Wahyudi Tinjau Simulasi One Way dan Penataan PKL di KZ Abidin

Dedy Wahyudi Tinjau Simulasi One Way dan Penataan PKL di KZ Abidin

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi memulai simulasi sistem jalan satu arah atau one way di kawasan Jalan KZ Abidin, Kamis (19/2).-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi memulai simulasi sistem jalan satu arah atau one way di kawasan Jalan KZ Abidin, Kamis (19/2). Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di pusat perbelanjaan jantung Kota Bengkulu tersebut.

Simulasi dipimpin langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Medy Pebriansyah, unsur kepolisian, serta jajaran Kepala OPD terkait. Tim gabungan turun ke lapangan untuk memastikan transisi arus lalu lintas berjalan lancar dan tertib.

Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kebijakan ini sudah mendesak demi kenyamanan masyarakat. Mengingat kawasan KZ Abidin I dan II (Pasar Minggu) merupakan titik langganan macet pada jam sibuk, kepadatan kendaraan sering kali memicu konflik antar pengendara.

“Setiap tahun kawasan ini selalu macet, bahkan pernah ada yang hampir berkelahi gara-gara macet itu. Melalui sistem one way ini, arus kendaraan akan diatur sedemikian rupa agar lebih mengalir. Selain mengurai macet, ini akan membuat kawasan Pasar Minggu kembali hidup karena ramai dilintasi kendaraan,” ujar Dedy Wahyudi di sela-sela simulasi.

BACA JUGA:Herwan Antoni Dilantik sebagai Sekdaprov Bengkulu, Siap Total Dukung Program Bantu Rakyat

BACA JUGA:Penandatanganan Perjanjian Kerja DLHK, Asisten II Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama

Selain pengaturan arus lalu lintas, Pemkot Bengkulu juga memberikan perhatian khusus pada penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pemerintah menegaskan tidak melarang masyarakat berjualan, namun menuntut ketertiban demi kepentingan umum.

Para pedagang diminta untuk menempati area pasar yang telah disediakan sesuai denah. Teguran keras juga diberikan bagi pedagang yang masih menggelar lapak di badan jalan atau memasang tenda yang menjorok ke bahu jalan karena menghambat arus kendaraan.

Sebagai rencana jangka panjang, pemerintah berkomitmen untuk mempertebal aspal dan memperbaiki sistem drainase. Hal ini bertujuan agar kawasan pasar menjadi lebih representatif dan nyaman, baik bagi pembeli maupun penjual.

Dedy mengapresiasi kolaborasi solid antara tim gabungan dan respon masyarakat selama proses simulasi berlangsung.

“Alhamdulillah, simulasinya berjalan bagus dan respon masyarakat positif. Kami ingin melihat kondisi riil di lapangan, bukan sekadar di balik meja. Intinya, ini hanya masalah waktu untuk penataan yang lebih baik,” tutup Dedy.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait