Sri Narti Resmi Nahkodai Aspikom Bengkulu 2025–2026, Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi
Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom), Prof. Anang Sujoko, D.Comm., bersama pengurus ASPIKOM yang baru dilantik-IST-
KOTA BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM– Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom), Prof. Anang Sujoko, D.Comm., menegaskan pentingnya pembaruan kurikulum ilmu komunikasi agar lebih responsif terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pesan tersebut disampaikan Prof. Anang dalam acara pelantikan pengurus Aspikom Korwil Bengkulu yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk perkembangan media digital, Kamis (12/2/2026) di Universitas Dehasen Bengkulu.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Bengkulu ini dihadiri oleh para akademisi, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Agenda utama meliputi pengukuhan pengurus baru periode berjalan serta diskusi akademik mengenai tantangan komunikasi di era disrupsi teknologi.
Dalam arahannya, Prof. Anang Sujoko menekankan bahwa Aspikom memiliki peran strategis dalam menjaga mutu pendidikan melalui penyusunan kurikulum yang kolaboratif antara dunia akademik dan industri.
"Aspikom tidak hanya fokus pada internal dosen dan mahasiswa, tetapi juga membangun sinergi dengan praktisi industri. Kurikulum harus adaptif agar lulusan kita memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini," ujar Prof. Anang.
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Perkuat Pemahaman KUHP Baru Lewat Bincang Pagi PERSAJA
Ia menambahkan, Aspikom telah merancang panduan kurikulum baru yang menjadikan literasi digital sebagai rekomendasi utama. Perguruan tinggi didorong untuk segera memperbarui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan mengintegrasikan konten platform digital dan teknologi AI.
Menurutnya, mahasiswa ilmu komunikasi masa kini dituntut tidak hanya menguasai teori klasik seperti uses and gratification, agenda setting, atau fenomena echo chamber, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi terkini.
"Tujuannya agar lulusan kita mampu menjadi kreator konten maupun praktisi komunikasi yang inovatif, yang bisa memadukan kedalaman teori dengan ketajaman teknologi," jelasnya.
Selain fokus pada kurikulum, Aspikom Bengkulu juga diinstruksikan untuk memperkuat pilar pengabdian masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan literasi media di tengah publik agar lebih kritis dalam menyaring arus informasi di media sosial dan ruang digital lainnya.
Usai dilantik sebagai Ketua Umum Aspikom Korwil Bengkulu, Sri Narti, M.I.Kom., menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi ini menjadi lebih dinamis. Ia menekankan bahwa sinergi antar-perguruan tinggi menjadi kunci utama.
"Amanah ini saya terima dengan penuh tanggung jawab untuk menghadirkan organisasi yang progresif, kolaboratif, dan berdampak. Dengan semangat bersama, kita mampu memperkuat peran Aspikom dalam memajukan keilmuan komunikasi serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat," ungkap Sri Narti.
Dekan FISIP Universitas Dehasen Bengkulu, Dra. Maryaningsih, M.Kom, selaku tuan rumah acara, memberikan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unived. Ia berharap kehadiran Aspikom dapat menjadi motor penggerak bagi seluruh Program Studi Ilmu Komunikasi di Bengkulu untuk meraih prestasi tertinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


