HONDA BANNER

Instalasi Tua Picu Kebakaran, Damkar Bengkulu Selatan Minta Warga Perbarui Kabel Rumah

Instalasi Tua Picu Kebakaran, Damkar Bengkulu Selatan Minta Warga Perbarui Kabel Rumah

Instalasi Tua Picu Kebakaran, Damkar Bengkulu Selatan Minta Warga Perbarui Kabel Rumah-IST-

KOTA MANNA, BENGKULUEKSPRES.COM – Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bengkulu Selatan mencatat tren mengkhawatirkan di awal tahun 2026. Mayoritas peristiwa kebakaran yang melanda pemukiman warga dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik akibat instalasi kabel yang sudah menua.

Kepala Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan, SSTP, M.Si., mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga awal Februari 2026, telah terjadi empat kasus kebakaran. Mirisnya, tiga di antaranya disebabkan oleh masalah kelistrikan.

“Awal tahun 2026 ini sudah ada empat kejadian kebakaran. Tiga di antaranya murni disebabkan oleh korsleting listrik,” ungkap Efredy, Minggu (8/2/2026).

Efredy menjelaskan, faktor utama tingginya risiko ini adalah penggunaan instalasi listrik yang sudah melebihi batas usia pakai, terutama di wilayah perdesaan. Banyak rumah warga masih menggunakan kabel yang sudah berumur lebih dari 20 tahun.

“Kondisi kabel yang menua dan tidak sesuai standar sangat rentan panas hingga memicu percikan api. Seharusnya kabel yang tidak layak segera diganti dan setiap instalasi wajib menggunakan pipa pelindung berstandar SNI,” jelasnya.

BACA JUGA:Dari Beasiswa hingga Kandang Komunal, Kejari BS Bidik Penyelewengan Dana Desa Bandar Agung

BACA JUGA:Hari Pers Nasional 2026, Kejari Bengkulu Selatan Perkuat Kemitraan Strategis dengan Jurnalis

Selain faktor kabel, ketidakseimbangan antara daya listrik dan penggunaan alat elektronik rumah tangga turut menjadi pemicu. Efredy mengimbau warga untuk meningkatkan daya listrik jika beban peralatan di rumah sudah bertambah.

“Banyak rumah masih menggunakan daya 450 VA (450 watt), padahal barang elektronik warga sekarang sudah banyak. Jika daya kecil dipaksa memikul beban berat, kabel akan panas dan rawan terbakar. Kami sarankan minimal ditingkatkan ke 900 VA,” tegas Efredy.

Guna menekan angka kecelakaan akibat api, Satpol PP dan Damkar berencana menggandeng PLN ULP Manna untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya peremajaan instalasi listrik secara berkala.

“Kami akan turun bersama PLN Manna agar warga paham risiko instalasi tua. Kesadaran masyarakat adalah kunci utama untuk mencegah kerugian jiwa dan harta benda akibat kebakaran,” pungkasnya.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait