Kasus DBD di Bengkulu Fluktuatif, Warga Diminta Waspada di Musim Hujan
Nelli Hartati, SKM., MM-IST-
BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Memasuki awal tahun 2026, kondisi cuaca yang didominasi hujan kembali memunculkan potensi meningkatnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Situasi ini dinilai rawan karena menjadi periode ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak, sehingga masyarakat diimbau tidak lengah terhadap ancaman DBD.
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengungkapkan bahwa meskipun hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait kasus DBD, sejumlah rumah sakit di daerah tersebut diketahui telah menangani pasien dengan dugaan DBD.
Data detail terkait jumlah pasien tersebut masih menunggu laporan masuk ke Dinas Kesehatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, SKM., MM, menjelaskan bahwa kasus DBD di Kota Bengkulu menunjukkan tren naik turun setiap tahunnya.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius terhadap potensi peningkatan kasus, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
BACA JUGA:Kekuatan Sedekah Rp2.000, BAZNAS Kota Bengkulu Bantu Ribuan UMKM dan Pelajar
BACA JUGA:Sinkronisasi Pusat-Daerah, Gubernur Helmi Hasan Pastikan APBD Bengkulu untuk Rakyat
“Untuk awal tahun 2026 ini memang belum ada laporan kasus DBD yang masuk secara resmi ke Dinas Kesehatan. Namun di rumah sakit sebenarnya sudah ada, hanya saja belum terdata di kami,” ungkap Nelli saat diwawancarai belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa nyamuk penyebab DBD dapat berkembang dengan cepat apabila lingkungan mendukung, seperti adanya genangan air dan sanitasi yang kurang baik.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mengabaikan gejala awal DBD dan segera mencari pertolongan medis bila mengalami tanda-tanda mencurigakan.
Menurut Nelli, keterlambatan penanganan masih menjadi salah satu penyebab terjadinya kematian akibat DBD.
Karena itu, kesadaran untuk segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan menjadi hal yang sangat penting.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, pada tahun 2022 terdapat 210 kasus DBD tanpa korban meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



