Perluas Peserta hingga MI dan MTs, Olimpiade Tobo Kito Makin Semarak
Pelaksanaan Olimpiade Tobo Kito yang diikuti hampir 650 peserta dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Kota Bengkulu.--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Olimpiade Tobo Kito yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu tahun ini melibatkan peserta dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Perluasan cakupan tersebut membuat kompetisi akademik berbasis kearifan lokal ini diikuti hampir 650 peserta dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs, baik negeri maupun swasta.
Asisten I Setda Kota Bengkulu, Alex Periansyah, mengatakan Olimpiade Tobo Kito menjadi salah satu upaya menggali potensi akademik generasi muda sekaligus mendorong pelajar daerah agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan inisiatif Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, untuk memberikan ruang bagi anak-anak Kota Bengkulu dalam menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka.
“Ini Olimpiade Tobo Kito merupakan kearifan lokal Kota Bengkulu. Melalui kegiatan ini, kita ingin menggali prestasi anak-anak asli Kota Bengkulu agar mereka mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Alex, Rabu (21/10/2026).
BACA JUGA:M Fadli Raih Emas Ketiga Indonesia, Pecahkan Rekor Baru di Asian Para Games 2026
BACA JUGA:Sejarah Baru! Indonesia Gelar Perdana FIA Rallycross World Cup 2026 di Ancol
Ia menambahkan, pengembangan potensi generasi muda juga dapat dilakukan dengan memperkuat identitas daerah. Alex menyinggung Mars Kota Bengkulu yang diciptakan wali kota sebagai salah satu upaya menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap daerah.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menjelaskan bahwa pelaksanaan Olimpiade Tobo Kito tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena melibatkan siswa madrasah.
“Alhamdulillah, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya hanya melibatkan siswa SD dan SMP negeri maupun swasta, tahun ini kita juga melibatkan siswa MI dan MTs,” jelas Ilham.
Ia menerangkan, peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi di sekolah masing-masing. Dari proses tersebut, dipilih dua perwakilan untuk mengikuti kompetisi tingkat kota.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam lima sesi. Pengerjaan soal berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Soal disiapkan oleh tim penyusun yang menangani Tes Kemampuan Akademik (TKA) di tingkat kota maupun provinsi.
Ilham menegaskan, transparansi menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kompetisi. Nilai peserta dapat langsung diketahui setelah jawaban diinput. Orang tua dan masyarakat juga dapat memantau kegiatan melalui siaran langsung YouTube serta fasilitas Media Center yang disiapkan panitia.
“Ketika anak-anak mengisi jawaban, nilainya langsung keluar. Jadi, tidak ada permainan. Orang tua dan masyarakat bisa ikut memantau melalui YouTube maupun Media Center yang telah kami siapkan,” tegasnya.
Hasil kompetisi dijadwalkan diumumkan pada hari yang sama. Panitia akan menetapkan tiga peserta terbaik dari jenjang SD/MI dan tiga peserta terbaik dari jenjang SMP/MTs.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

