Gas Melon Langka di Pasaran

Gas Melon Langka di Pasaran

BENGKULU, BE - Beberapa hari terakhir ini, gas melon atau yang lebih dikenal dengan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg mengalami kelangkaan di Kabupaten Kepahiang dan Kaur. Kondisi ini mengakibatkan keresahan dan menjadi pertanyaan warga. Padahal gas melon saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat.  \"Harga per tabung Rp 22 ribu, dan susah didapat. Kondisi ini sudah terjadi sejak sepekan yang lalu,\" ujar warga Kelurahan Pasar Sejantung, Kepahiang, Mukhtar (30) kemarin. Walaupun saat ini harga dipasaran cukup mahal, mau tidak mau warga tetap membelinya. \"Selama ini kami memakai kayu dan kompor minyak tanah untuk memasak. Saat ini kan kayu ataupun minyak tanah tidak ada lagi sehingga harapan kami gas LPG 3 Kg ini bisa tersedia dipasaran,\" jelasnya. Sementara itu di Kabupaten Kaur, harga gas melon yang semula hanya Rp 15 ribu/tabung naik menjadi Rp 16 ribu/tabung. Itupun jumlah dengan jumlah terbatas di pasaran.  “ Biar agak mahalal kita terpaksa harus beli, karena  kalau tidak beli kita tiak bisa masak. Beruntung juga masih ada yang jual,” ujar  Sari (33) warga Pasar Baru Kecamatan Kaur Selatan, kemarin. Menurut Heri (42), salah seorang agen gas Heri di Palak Pasar Kota Bintuhan mengungkapkan, kelangkaan pasokan elpiji 3 kg telah terjadi beberapa hari terakhir ini. Pasalnya, kelangkaan itu dikarenakan pasokan dari Bengkulu berkurang. “Kami pun tidak bisa berbuat apa-apa karena kata agen pemasok, gas elpiji khususnya tabung 3 kg kosong dan mereka tidak bisa mengirim,”ujarnya. Dalam keadaan normal, pasokan ke tokonya dalam seminggu bisa mencapai sekitar 200 tabung elpiji 3 kg yang biasanya diantar dalam dua kali pengiriman.  Akan tetapi, sejak seminggu terakhir ini belum diantar dari pihak agen. \"Kita juga dak bisa berbuat apa-apa dek. Masalahnya stok barang kita sifatnya nunggu dari agen ,\" pungkasnya. Sementara itu, Sub Agen gas LPG 3 Kg desa Imigrasi Permu Kepahiang H Holil menyampaikan, kalau kelangkaan tabung LPG 3 Kg bisa saja terjadi. \" Kelangkaan bisa disebabkan karena meningkatkan jumlah konsumen. Disisi lain, stok tabung LPG 3 Kg itu sendiri tidak ditambah oleh pihak pertamina,\" katanya. Menurutnya, seperti pangkalan LPG miliknya, yang mana sejak dibuka hanya diberikan 600 tabung LPG 3 Kg per bulannya. Biasanya saatsampai dipangkalan tiap hari Rabu. \"Pada hari itu juga langsung didistribusikan, namun belum lagi sampai Rabu minggu depannya permintaan dari pengecer sudah datang. Secara otomatis karena dari agen belum sampai, kita tidak bisa memenuhi permintaan itu,\" jelasnya. (505/618)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: