Kursi Keempat Paling Panas

Kursi Keempat Paling Panas

BENGKULU, BE - Tiga kursi DPR RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu hampir bisa dipastikan akan mulus diduduki Partai Nasdem, PDI Perjuangan dan Gerindra. Suara ketiga partai tersebut terpaut jauh dengan partai lainnya. Berbeda dengan perebutan kursi keempat DPR RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu yang berjalan panas dan bisa dipastikan akan bersengketa hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ini melihat selisih suara yang sangat tipis antara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golongan Karya (Golkar). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu telah menuntaskan rekapitulasi suara semua daerah minus Bengkulu Utara yang sempat ditunda lantaran penghitungan ulang. Hasil pleno Bengkulu Utara yang disahkan KPU Provinsi ini nantinya yang akan menjadi penentu akhir bagaimana posisi kursi keempat. Pun begitu dari rekapitulasi akhir suara hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Utara yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress ditambah rekapitulasi daerah lain yang telah disahkan KPU Provinsi menunjukkan selisih suara antara kedua partai tersebut kini hanya 73 suara saja atau sekitar 0,01 persen. Dari  924.169 total suara sah, PAN mendapatkan total suara 92.700 atau sekitar 10,03 persen, sedangkan total suara Golkar 92.627 atau 10,02 persen. (Selengkapnya Baca Rekapitulasi Halaman 2). Jika dibandingkan kedua partai tersebut, secara akumulasi daerah, Golkar lebih banyak memenangkan pertarungan terhadap PAN. Tercatat Golkar lebih unggul di 6 daerah, sedangkan PAN 4 daerah. Hanya saja di daerah Golkar yang unggul hanya selisih tipis dengan PAN. Sedangkan ketika PAN unggul selisihnya cukup mencolok. Kemenangan telak Golkar terhadap PAN terjadi di basis daerah rejang. Seperti Bengkulu Utara dengan 21.945 suara, PAN mendapatkan 10.004 suara, Rejang Lebong Golkar 17.594 suara, sedangkan PAN 9.966 suara. Walau begitu PAN juga berhasil menang telak terhadap Golkar di tiga daerah. Seperti di Kota Bengkulu, PAN meraup 16.296 suara, Golkar 10.830 suara, Bengkulu Selatan PAN mendapatkan 14.508 suara, sementara Golkar hanya 4.748 suara, dan Kaur PAN unggul 11.347 suara, Golkar hanya 3.679 suara saja. Sementara itu Wakil Ketua I DPW PAN Provinsi Bengkulu, Abdul Goni, menyatakan, partainya siap untuk mengawal secara penuh raihan 1 kursi DPR RI yang diperoleh kadernya. Menurutnya, pihaknya telah bertekad bahwa perolehan 1 kursi DPR RI yang diraih partainya tidak akan berubah, baik pada pleno tingkat KPU Provinsi maupun pada tingkat pusat. \"Dari catatan kita keunggulannya memang tipis. Catatan kita ini asli dan bisa dipertanggungjawabkan,\" kata Goni saat dijumpai di Hotel Horizon, kemarin. Ia menambahkan, partainya juga siap untuk mengawal raihan suara ini di lembaga-lembaga litigasi. Ia optimis, pihak penyelenggara pemillu maupun lembaga-lembaga litigasi seperti Mahkamah Konsititusi (MK) akan mengungkapkan kemenangan mereka ini secara jujur. \"Kami harapkan kepada lembaga-lembaga penyelenggara dapat bertindak profesional dan proporsional,\" imbuhnya. Ia tak menampik adanya kemungkinan praktik kecurangan maupun adanya kemungkinan jual beli suara. Namun, karena soliditas internal partai dan kepemilikan data sah yang akurat, pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi praktik-praktik kecurangan tersebut. \"Saksi kami bekerja cukup maksimal. Mudah-mudahan,\" tukasnya. Di sisi lain Partai Golkar Provinsi Bengkulu menilai banyakanya dugaan pelanggaran Pemilu  yang terjadi. Partai berlambang beringin ini pun berencana menggugat hasil Pemilu. Demikian disampaikan Ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Golkar Budi Darmansyah. Menurut anggota DPRD Provinsi tersebut ada dugaan penggelembungan suara salah satu Parpol di Kabupaten Mukomuko. \"Saat ini kita lagi mengumpulkan barang buktinya. Sejauh ini dari data kita ada di Kabupaten Mukomuko untuk penggelembungan tersebut,\" ujarnya. Budi mengungkapkan pasca pleno KPU Provinsi nantinya peserta diberikan waktu 7 hari untuk memproses laporan di Gakumdu. Bila nantinya tidak ada tindak lanjut pasti dan bukti kuat dimiliki Golkar, akan berlanjut ke Mahkamah Konstitusi. \"Kita lihat saja nanti, bila adanya pelanggaran Pemilu tentunya hasilnya harus digugat,\" ungkapnya. Sementara itu, jalannya rapat pleno sendiri dengan banyaknya temuan tersebut membuat suhu di ruang pleno tersebut memanas. Terlebih ketika para saksi meminta agar KPU membuka kembali C-1 Pleno 4 TPS di tiga kecamatan dalam Kota Bengkulu. Seperti Teluk Segara, Ratu Samban, dan Ratu Agung hal tersebut untuk membuktikan dugaan penggelembungan suara yang dilakukan oleh Caleg DPRD Partai Gerindra nomor urut 1 dapil Kota Bengkulu. \"Demi pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, apa salahnya kita buka kembali sebab hanya 4 TPS, agar nantinya tidak ada lagi keraguan satu sama lainya,\" tegas saksi Hanura Usin Sembiring. Pleno dihari kedua ini memang lebih panas dibandingkan hari pertama. Awal persidangan Pleno telah menetapkan untuk mengurangi hasil perolehan suara Calon Anggota Legislatif (Caleg) Nomor Urut 3 DPRD Provinsi dari Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 10 suara. Karena data yang dicocokan bahawa calon incambent tersebut di TPS 2 Kelurahan Sukarami hanya mendapat 4 suara tetapi di C! KPU dibuat 14 Suara. Diusir Di tengah rapat pleno tersebut menjelang siang caleg DPRD Provinsi nomor urut 6 Partai Gerindra Edi Hariyanto tiba-tiba muncul di dalam ruang sidang. Selang beberapa menit di dalam ruangan tersebut panitia dan petugas keamanan mengambil sikap untuk mengeluarkan caleg yang terus menggugat perolehan suara Gerindara untuk DPRD Provinsi Dapil Kota tersebut dengan alasan tidak memiliki mandat untuk berada di aula Hotel Horizon. Awalnya Edi enggan untuk keluar karena merasa menjadi saksi calon DPD Ruslan Wijaya. \"Saya ini saksi DPD menggantikan pak Hamid,\" ungkapnya sembari menunjukan suara mandat. Tetapi setelah dikroscek oleh panitia surat mandat tersebut tidak berlaku untuk pemilik Grand Hotel Diva tersebut sehingga aparat keamanan langsung meminta Edi untuk meninggalkan ruang pleno. Setelah selesai istirahat sianga Edi kembali muncul ke dalam ruang pleno dengan membawa mandat sehingga bisa mengikuti persidangan. Setelah itu sidang berjalan memanas karena Edi Hariyanto, Usin Sembiring dan Harius meminta ketransparanan penyelenggara untuk menyelesaikan laporan dugaan kecurangan yang dilaporan caleg Gerindra tersebtu dengan membuka kembali C1 Pleno di 4 TPS tersebut. Sekalipun KPU Kota Bengkulu telah menunjukan C1 Holgram tetapi ketiga saksi tersebut tetap ngotot untuk membuka Pleno. \"Di sini jelas ada perbedaan antara C1 yang dipegang saksi dan C1 Hologram serta C1 print out dari scan KPU. Maka kita harus tahu data mana yang harus kita percaya,\" kata Harius. Sedangkan dari KPU sendiri mengatakan bila tidak ada perubahan data hasil pemilu di tingkat kota tersebut sehingga tidak ada yang perlu diubah. Hanya ada kesalahan pada IT KPU Kota dalam saat menguploud scan C1 sehingga hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Pemilu kedapan. \"Semua sudah selesia hanya kesalahan pada IT kita saja. Percayala nantinya akan kita jadi bahwan evaluasi,\" sebut Eko komisioner KPU Provinsi. Sampai malam sekitar pukul 20.00 WIB, pembahasan masih ditingkat DPRD Provinsi, untuk DPR RI dan DPD RI terpaksa harus ditunda finalisasinya karena pleno di KPU Bengkulu Utara belum juga sampai. \"Sudah masih dalam perjalan untuk kotak suara KPU Bengkulu Utara,\" tegas Eko komisioner KPU Provinsi Bengkulu saat dikonfirmasi. (320/ (009)

Rekapitulasi Suara Calon DPR RI Parpol    Suara    Persentase Nasdem    130.767    14,15 PDIP    119.224    12,90 Gerindra    108.737    11,77 PAN    92.700    10,03 Golkar    92.627    10,02 PKB    81.490    8,82 PKS    76.176    8,24 Demokrat    74.441    8,05 PPP    61.768    6,68 Hanura    49.668    5,37 PKPI    18.906    2,05 PBB    17.665    1,91 Jumlah    924.169    100,00

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: