Teror SMKN 2 Berlanjut

Teror SMKN 2 Berlanjut

\"prosesBENGKULU, BE - Setelah dilempari Jumat malam (17/1) kemarin, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bengkulu kembali diteror OTD (Orang Tak Dikenal).  Diperkirakan sekitar pukul 02.00 WIB kemarin (Minggu 19/1), terjadi lagi aksi pemecahan kaca.  Aksi tersebut baru diketahui pada pukul 03.30 WIB oleh penjaga sekolah, Mistiju (45). Menurut Mistiju, malam itu ia tidak menyangka akan terjadi kembali aksi teror dan pelemparan kaca.  \"Saya hanya jaga sendiri, saya fokus menjaga kantor,\'\' ungkapnya. Dijelaskan Mistiju, kaca yang berhasil dipecah OTD adalah kaca ruang survei.  Ruangan tersebut terletak di depan gerbang.   Ada lima kaca yang dipecahkan oleh pelaku.  Diduga pelaku berhasil masuk ke dalam area sekolah dengan menaiki pagar dan melakukan aksi pelemparan dengan jarak dekat. \"Kalau dari  jauh, paling rusaknya kecil.  Tapi ini teralinya sampai bengkok.  Mungkin dipukuli,\'\' ujarnya. Sementara Kepala SMKN 2 Kota Bengkulu, H Samsir SPd, baru diberitahu oleh penjaga sekolah pada pukul 07.00 WIB.  Dia langsung mendatangi sekolahnya untuk memastikan kebenaran berita tersebut.  \"Waktu saya tahu kebenarannya, saya langsung menghubungi pihak kepolisian,\'\' ungkapnya. Sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, pihak kepolisian sudah berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara).  Pihak kepolisian juga langsung melakukan proses identifikasi di lokasi.  Samsir berharap pihak aparat kepolisian berkenan untuk mengamankan sekolahnya dari teror.  Dia juga sudah membuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan).  \"Kami ingin ini segera diusut pelakunya,\'\' pungkasnya. Dia merasa sekolahnya menjadi korban dalam peristiwa ini.  Dia ingin masyarakat tidak terprovokasi dengan stigma SMKN 2 yang salah dalam peristiwa bentrokan lalu. \"Kalau memang penyebab bentrokan tersebut adalah lomba futsal, bukan sekolah kami yang kalah itu,\'\' jelasnya. Samsir belum tahu pasti jumlah kerugian atas kejadian tersebut.  Dia berharap peristiwa tersebut segera selesai.  Pihaknya juga siap untuk melakukan pengamanan di sekolahnya.  Sesuai dengan pertemuan pada Jumat lalu, semua sekolah harus mengamankan siswanya.  \"Meskipun tidak ada perjanjian hitam di atas putih,\'\' jelasnya. SMAN 7 Aman Sementara itu, dari hasil pantauan BE, kondisi SMAN Plus 7 aman. Tidak ada aksi pelemparan kaca yang terjadi.  Pada malam hari, ada delapan penjaga yang siap berpatroli mengamankan lokasi.  Pihak kepolisian juga membantu berpatroli sesekali. Proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) juga segera dilangsungkan. Hanya saja, siswa tidak diperkenankan menggunakan seragam biru laut SMAN 7 dan diwajibkan menggunakan pakaian putih abu-abu.  Hal ini untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.  Pekan Raya Jenggalu (PRJ) juga masih ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.  \"Kami akan melanjutkan PRJ, kalau suasana sudah dirasa aman dan tenang,\'\' ujarnya. Kepala SMAN 7, H Nismah SPd, mengatakan sejauh ini belum ada penghitungan jumlah kerugian fisik dari bentrokan kemarin.  Dia lebih mementingkan kondisi psikis peserta didiknya yang berjumlah lebih dari 800 siswa.  Dia berharap pihak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut, hingga tidak ada lagi teror yang terjadi.  \"Yang kami pikirkan justru kondisi psikis anak-anak,\'\' jelasnya. Menanggapi pengrusakan yang juga terjadi di SMKN 2, dia berharap masyarakat tidak langsung menuduh sekolahnya yang melakukan aksi tersebut. Dia menerangkan, belum tentu anak sekolah juga yang melakukan penyerangan di sekolahnya.  Menurutnya bisa saja pihak luar yang berkepentingan. Dia mencontohkan, yang menyerang sekolahnya tidak hanya dari siswa SMKN 2. \'\'Pada Jumat lalu, ada beberapa orang yang berambut panjang dan tidak menggunakan seragam sekolah ikut melempari SMAN 7.  Saya pikir, yang bertindik dan bertato itu, bukan siswa SMKN 2,\'\' jelas Nismah. (cw5)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: