HONDA BANNER

Pemprov Bengkulu Akan Lakukan Survei Ulang Program Cetak Sawah Baru 2025 di Mukomuko

Pemprov Bengkulu Akan Lakukan Survei Ulang Program Cetak Sawah Baru 2025 di Mukomuko

Cetak sawah-(ist)-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan melakukan Survei Investigasi Desain (SID) ulang terhadap calon petani dan lahan yang diusulkan dalam program cetak sawah baru 2025 di Kabupaten Mukomuko. Survei ini dijadwalkan setelah Lebaran 2025 dan bertujuan memastikan kesiapan lokasi yang memenuhi kriteria teknis.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Fitriani Ilyas, menyebutkan bahwa hanya 400 hektare dari 1.400 hektare lahan potensial yang diajukan untuk program ini.

"Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, lahan yang dicetak harus langsung bisa difungsikan. Maka dari itu, hanya 400 hektare lahan yang sudah memiliki sistem irigasi yang kami usulkan tahun ini," kata Fitriani.

Program cetak sawah baru ini merupakan bagian dari strategi nasional meningkatkan produksi pangan, dengan Provinsi Bengkulu mendapatkan alokasi 2.000 hektare sawah baru serta 8.000 hektare pengembangan jaringan irigasi.

BACA JUGA:Targetkan 314 Hektare Lahan Jagung, Pemkab Mukomuko Perkuat Ketahanan Pangan

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Manfaatkan 640 Hektare Lahan Peremajaan Sawit untuk Tanam Padi Gogo, Dukung Ketahanan Pangan

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, telah melakukan asistensi ke Menteri Pertanian, memastikan alokasi lahan yang signifikan bagi provinsi ini.

Fokus utama pemerintah menyiapkan lahan yang siap ditanami, menyediakan sistem irigasi yang memadai, dan meningkatkan produksi pangan di Bengkulu.

Walaupun usulan lahan dari Mukomuko telah disetujui, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil SID ulang oleh tim provinsi.

Selain survei lahan, pemerintah juga akan mensosialisasikan program cetak sawah kepada petani, agar mereka memahami manfaatnya dan tidak mengalihfungsikan lahan yang sudah dicetak.

"Sosialisasi ini penting agar petani berkomitmen memanfaatkan lahan dengan baik dan tidak mengubahnya menjadi penggunaan lain," tambah Fitriani.

Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan di Bengkulu serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Mukomuko.(end)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: