HONDA BANNER

Banjir Kian Parah, Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Tinjau Proyek BWSS VII

Banjir Kian Parah, Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Tinjau Proyek BWSS VII

Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pengendalian banjir di kawasan Tanjung Agung. -IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pengendalian banjir di kawasan Tanjung Agung. 

Sidak ini dilakukan menyusul banyaknya laporan warga yang mengeluhkan dampak banjir yang kini semakin meluas dan parah.

Marliadi menilai, aktivitas proyek yang belum selesai justru menimbulkan gangguan serius bagi masyarakat. Ia menyebut, sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir, kini ikut terendam meski curah hujan tidak terlalu tinggi.

“Dengan adanya aktivitas yang terganggu di sini, dampaknya cukup luas ke masyarakat. Selama ini daerah yang tidak tergenang banjir, sekarang sudah tergenang. Contohnya wilayah Tengah Tanjung Agung, kemarin juga kena banjir. Padahal baru satu hari hujan,” ujar Marliadi saat meninjau lokasi.

Ia menegaskan, lambatnya penyelesaian pekerjaan menjadi persoalan utama. Padahal, proyek pengendalian banjir tersebut seharusnya telah rampung pada akhir Desember 2025 lalu. Namun hingga kini, masih banyak pekerjaan yang belum selesai dan menyebabkan aliran air tersumbat.

BACA JUGA:Apel Awal Tahun 2026, Wagub Mian Tekankan ASN Pemprov Bengkulu Fokus Melayani Rakyat

BACA JUGA:Kabinet Baru Benteng, Bupati Rachmat Riyanto Lantik 21 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya

“Pekerjaannya terlalu lambat, sehingga sampai tahun anggaran ini kegiatan belum selesai. Kita berharap pihak kontraktor segera bergerak menyelesaikan pekerjaannya, supaya tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Sekarang masyarakat sangat terganggu, apalagi di musim hujan ini, hujan sebentar langsung banjir,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Marliadi mengaku menerima banyak laporan dari warga yang terdampak. Ia menyebut kondisi banjir kali ini tidak wajar karena air bertahan lama dan tidak cepat surut seperti biasanya.

“Biasanya kalau sudah panas, air cepat kering. Tapi hari ini banjirnya tetap bertahan. Ini menunjukkan saluran air tidak berfungsi sebagaimana mestinya akibat pekerjaan proyek,” ungkapnya.

Marliadi pun meminta kontraktor pelaksana segera menuntaskan pekerjaan, mengingat tahun anggaran telah berakhir. Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal persoalan ini agar tidak terus merugikan masyarakat.

Proyek pengendalian banjir di kawasan Tanjung Agung tersebut diketahui merupakan proyek Balai Wilayah Sungai Sumatera VII (BWSS VII) Bengkulu dengan nilai proyek sekitar Rp100 miliar. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: