Ingin Membaca Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh, Berikut Bacaan dan Cara Melaksanakannya

Bacaan dan Cara Membaca Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh-(foto: kolase/bengkuluekspress.disway.id)-
Dalam kitabnya, KH A. Idris Marzuqi mencontohkan lafaz niat sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Artinya
"Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah,".
Jika seseorang tidak dapat berpuasa pada hari pertama Ramadhan, misalnya karena haid, apakah ia masih bisa berniat puasa untuk sebulan penuh setelahnya?
Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu dipahami alasan mazhab Malikiyyah yang membolehkan niat sekali untuk seluruh bulan Ramadhan.
Menurut ulama mazhab Maliki, puasa Ramadhan dipandang sebagai satu kesatuan ibadah yang berkesinambungan, sehingga cukup dengan satu niat di awal untuk mencakup seluruh bulan.
BACA JUGA:Bagaimana Hukum Punya Hutang Puasa Wajib Sebelum Ramadhan? Ini Kata Ustaz Abdul Somad
BACA JUGA:Selain Puasa, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan 3 Amalan Utama di Bulan Ramadhan
Mazhab Maliki membedakan antara puasa yang harus dilakukan secara terus-menerus tanpa jeda, seperti puasa Ramadhan, dan puasa yang boleh dilakukan secara terpisah, seperti puasa qadha Ramadhan.
Dalam kategori pertama, karena puasa dilakukan berturut-turut, maka dianggap sebagai satu rangkaian ibadah yang cukup diniatkan sekali.
Sementara dalam kategori kedua, di mana seseorang boleh tidak berpuasa di hari-hari tertentu, maka setiap harinya membutuhkan niat yang terpisah.
Dalam kitabnya, al-Taj wa al-Iklil, Syekh Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi menjelaskan:
"Dan cukup niat sekali untuk puasa yang wajib dilakukan secara terus-menerus. Imam al-Lakhmi mengatakan, Adapun puasa yang wajib dilakukan terus-menerus seperti Ramadhan, dua bulan puasa dhihar, puasa denda pembunuhan, orang yang bernazar puasa pada hari tertentu, orang yang bernazar terus-menerus berpuasa yang tidak ditentukan harinya, maka niat di awal mencukupi untuk keseluruhannya,".
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang mulai berpuasa setelah hari pertama tetap dapat berniat untuk sebulan penuh menurut mazhab Maliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: