Bisa Mengakibatkan Keracunan! Ini Dia Bahaya Memberikan Air Putih untuk Bayi
Meski jarang terjadi, memberikan terlalu banyak air putih dapat menyebabkan bayi mengalami keracunan air. --
BENGKULUEKSPRESS.COM - Memberikan air putih untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya tidak dilakukan karena lebih banyak risikonya daripada manfaatnya. Lagi pula, kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh bayi sebetulnya sudah tercukupi dengan pemberian ASI atau susu formula.
bayi sebaiknya diberikan asupan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya. ASI eksklusif maksudnya adalah bayi hanya diberikan ASI sebagai satu-satunya asupan nutrisi dan tidak mengonsumsi makanan atau minuman tambahan lain, termasuk air putih untuk bayi.
BACA JUGA:Bee Pollen: Produk Lebah yang Baik Bagi Kesehatan Tubuh
Risiko Memberikan Air Putih untuk Bayi
Jika diberikan air putih, bayi berusia di bawah 6 bulan rentan mengalami beberapa gangguan kesehatan, antara lain:
1. Perut kembung
Memberikan air putih kepada bayi dapat membuat perutnya terasa kembung karena sistem pencernaannya belum mampu menyerap cairan dengan baik. Selain itu, kapasitas perut bayi yang baru lahir masih belum maksimal, sehingga belum bisa menerima terlalu banyak asupan cairan.
2. Diare
Bayi yang diberikan air putih rentan mengalami diare. Namun, kalau Si Kecil mengonsumsi susu formula yang perlu dicampur dengan air putih, gunakanlah air yang telah dimasak hingga matang dengan suhu minimal 80°C. Lalu, dinginkan susu sebelum diberikan kepada Si Kecil.
BACA JUGA:Kenali Penyebab Keterlambatan Motorik pada Bayi dan Tanda-tandanya
Bila Bunda menggunakan air kemasan, periksa label pada kemasan air dan pastikan kadar natrium (Na) tidak lebih dari 200 mg per liter dan kadar sulfat (SO atau SO4) kurang dari 250 mg per liter. Hindari memilih air mineral yang mengandung terlalu banyak natrium maupun sulfat.
3. Keracunan air (intoksikasi air)
Meski jarang terjadi, memberikan terlalu banyak air putih dapat menyebabkan bayi mengalami keracunan air. Hal ini terjadi ketika kadar garam dalam darahnya menurun terlalu banyak, sehingga mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Gejala yang muncul apabila bayi mengalami keracunan air adalah muntah dan diare, serta tubuhnya membengkak. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat membuat bayi kejang bahkan koma.
4. Kekurangan gizi
Memberikan air putih dapat membuat bayi merasa kenyang, sehingga keinginannya untuk minum ASI atau susu formula menjadi berkurang. Hal ini dapat membuat bayi tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dari ASI atau susu formula untuk tumbuh kembangnya. Akibatnya, Si Kecil rentan mengalami gizi buruk dan penurunan berat badan.
BACA JUGA:Suka Makan Jengkol? Inilah 5 Manfaat Jengkol Beserta Efek Sampingnya
Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?
Bayi baru diperbolehkan untuk diberikan air putih dalam situasi dan kondisi sebagai berikut:
Dehidrasi
Jika bayi mengalami dehidrasi, misalnya karena diare, demam tinggi, atau muntah-muntah, dokter biasanya akan menyarankan untuk memberikan minuman elektrolit khusus bayi. Tujuannya adalah untuk mengganti kembali cairan dan elektrolit yang hilang dari tubuh bayi.
Kehausan
Setelah berusia 6 bulan, bayi boleh diberi air putih saat ia haus. Namun, Bunda dianjurkan tidak memberikannya lebih dari 8 sendok makan atau ½ gelas air putih per hari. Tetap utamakan ASI sebagai asupan nutrisi utama meski bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan.
BACA JUGA:Ini Dia Fakta di Balik Mitos Bahaya Imunisasi di Masyarakat
Sudah dapat mengonsumsi MPASI
Bayi boleh diberikan air putih setelah ia berusia 6 bulan dan mulai mengonsumsi makanan padat (MPASI). Namun, sebagian dokter mungkin menyarankan untuk menunda pemberian air putih pada bayi hingga usia 1 tahun.
Tidak semua minuman cocok untuk bayi, terutama yang berusia kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu, selalu utamakan memberikan ASI ya, Bunda. Selain air putih untuk bayi, beberapa macam minuman lain, seperti teh, minuman bersoda, hingga jus, juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi. (bee)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: