Cara Mengobati Penyakit Berak Kapur pada Ayam Ternak, Simak Selengkapnya

Cara Mengobati Penyakit Berak Kapur pada Ayam Ternak, Simak Selengkapnya

Cara mengatasi ayam berak kapur-(foto: kolase/bengkuluekspress.disway.id)-

BENGKULUEKSPRESS.COM- Penyakit berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Ini termasuk dalam kategori penyakit menular pada ayam yang juga dikenal dengan nama ilmiah Pullorum dan Bacillary White Diarrhea (BWD). 

Biasanya, penyakit ini sering menyerang anak ayam, dan dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi, mencapai sekitar 80%. Puncak kematian biasanya terjadi saat ayam berumur 2-3 minggu setelah menetas.

BACA JUGA:Ingin Sukses Beternak Ayam Kampung? Ikuti Cara Ini

BACA JUGA:Peternak Wajib Tahu! Daftar Nama PT Kemitraan Ayam Broiler

Cara Penularan Berak Kapur :

1. Menularkan dari induk melalui anaknya, misalnya telur.

2. Menularkan melalui kontak langsung, misalnya peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang sudah terkontaminasi. Bahkan, penularan dapat terjadi antara unggas yang sakit dengan ayam sehat.

Gejala Klinis :

- Gejala klinis yang paling dominan adalah perubahan pada feses atau kotoran, yang biasanya berwarna putih seperti kapur. Feses ini cenderung menempel di sekitar dubur, menyebabkan dubur terlihat berwarna keputihan. 

Kloaka, tempat keluarnya kotoran, juga dapat terkena kotoran hingga mengering dan menjadi lengket. Ayam yang terinfeksi akan menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang mencolok, dengan kondisi tubuh yang lemah dan gerakan yang lambat. 

Sayap ayam mungkin tampak menggantung dan kondisinya secara keseluruhan terlihat kusam. Selain itu, ayam cenderung kehilangan nafsu makannya dan gejalanya dapat berlanjut hingga mengalami kematian mendadak.

- Perubahan Patologi 

Perubahan pada bangkai biasanya menunjukkan nekrosis atau kematian jaringan pada hati, sering kali disertai pembengkakan hati, dan terkadang terjadi infeksi pada tali pusat yang disebut omfalitis. 

Di saluran pencernaan, tampak adanya bintik-bintik putih terutama pada mesenterium (tempat menggantungnya usus) dan otot ventrikulus (lambung). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: