Sering Merasa Lapar, Bisa Jadi Tubuhmu Kekurangan Nutrisi Ini

Sering Merasa Lapar, Bisa Jadi Tubuhmu Kekurangan Nutrisi Ini

Rasa lapar berlebihan sering menjadi salah satu tanda seseorang mengalami diabetes. --

BENGKULUEKSPRESS.COM - Lapar adalah salah satu reaksi alami tubuh yang terjadi pada semua manusia. Tapi, pernahkah kamu tetap sering merasa Lapar bahkan setelah mengonsumsi berbagai asupan makanan? Jika iya, kamu harus tahu bahwa tidak semua rasa Lapar bisa dihilangkan dengan mengonsumsi lebih banyak makanan. Salah satu penyebab sering merasa Lapar seperti kesalahan pola makan memerlukan cara penanganan yang berbeda dengan penyebab lainnya.

Tapi, kenapa orang sering merasa Lapar, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak informasi di bawah ini sampai tuntas, ya.

BACA JUGA: Begini Cara Meningkatkan Kesuburan Rahim Wanita Secara Alami

Lapar adalah salah satu reaksi alami yang menandakan bahwa tubuh membutuhkan asupan makanan. Tapi, sering merasa lapar atau rasa lapar berlebihan hingga ekstrim bisa terjadi karena kamu mengalami polyphagia atau hyperphagia.

rasa lapar jenis ini berbeda dengan rasa lapar yang biasanya kamu rasakan setelah melakukan aktivitas fisik termasuk olahraga. Jika biasanya rasa lapar hilang setelah kamu mengonsumsi lebih banyak makanan, polyphagia atau hyperphagia tidak akan hilang meskipun kamu telah memperbanyak asupan makanan.

BACA JUGA:Memahami Penyebab Diare, Gejala dan Cara Mengatasinya

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami polyphagia?
Lapar tidak hanya memicu sakit kepala tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi. Apalagi, jika kamu sering merasa lapar disaat genting seperti di tengah meeting. Polyphagia disebabkan oleh berbagai hal mulai dari pola atau jenis makanan, kondisi fisik, hingga kondisi psikologis. Berikut adalah berbagai penyebab kamu sering merasa lapar:

Kekurangan protein
Penyebab utama seseorang sering merasa lapar adalah kurangnya asupan protein dalam tubuh. Protein dinilai dapat mengurangi rasa lapar karena kemampuannya untuk meningkatkan produksi hormon penanda rasa kenyang dan mengurangi hormon yang merangsang rasa lapar.

Kekurangan lemak
Penyebab berikutnya adalah kurangnya lemak baik dalam tubuh. Pada suatu studi, kekurangan lemak justru menyebabkan seseorang sering merasa lapar dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat maupun gula.

Kurangnya asupan serat
Tidak hanya memperlambat pengosongan lambung, makanan berserat memengaruhi hormon nafsu makan dan produksi asam lemak. Apalagi, lambung membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna serat. Oleh karena itu, serat memiliki efek meningkatkan rasa kenyang.

BACA JUGA:Begini Cara Menghilangkan Panu dengan Bahan Alami dan Aman

Kekurangan cairan atau dehidrasi
Rasa lapar bisa juga disebabkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh. Pada suatu penelitian, rasa haus sering disalahartikan sebagai rasa lapar. Di sisi lain, air mineral dapat membuat seseorang merasa kenyang dan bisa mengurangi nafsu makan.

Terlalu banyak karbohidrat olahan
Tidak hanya dapat dicerna dengan sangat cepat oleh tubuh, terlalu banyak karbohidrat olahan tanpa serat juga menyebabkan lonjakan gula darah. Kondisi ini akan membawa kamu pada rasa lapar yang berlebihan dan hipoglikemia.

Makan terlalu cepat
Menurut suatu studi, kebiasaan makan perlahan dapat mempercepat rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar dibandingkan dengan mereka yang makan dengan cepat. Makan terlalu cepat dapat memperpendek waktu bagi tubuh dan otak untuk melepaskan hormon anti-lapar.

BACA JUGA:Ini Dia Tips Padu Padan Luaran untuk Bekerja

Minum alkohol secara berlebihan
Alkohol tidak hanya dikenal sebagai penghambat hormon yang mengurangi nafsu makan, tetapi juga kemampuannya dalam merusak otak untuk mengontrol penilaian dan pengendalian tubuh. Maksudnya, kamu mungkin akan makan lebih banyak meskipun tidak terlalu lapar.

Gula darah rendah
Meskipun gula darah rendah atau hipoglikemia sering terjadi pada penderita diabetes, sering merasa lapar karena gula darah rendah sebenarnya dapat terjadi pada setiap individu.

Hipertiroidisme
Rasa lapar yang berlebihan juga bisa disebabkan oleh tiroid yang bekerja terlalu cepat. Hormon tiroid yang terlalu banyak dan bekerja dengan cepat akan meningkatkan metabolisme tubuh. Akibatnya, nafsu makan meningkat dan kamu mudah merasa lapar.

BACA JUGA:Yamaha MX King 2024, Super Sporty dan Memukau

Diabetes
Rasa lapar berlebihan sering menjadi salah satu tanda seseorang mengalami diabetes. Penderita diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin, sedangkan penderita diabetes tipe 2 mengalami gangguan produksi atau resistensi insulin.

Lantaran digunakan sebagai energi tubuh, kondisi tersebut menyebabkan glukosa berada di aliran darah dan dikeluarkan. Akibatnya, sel dalam tubuh tidak memiliki energi dan mengirim sinyal rasa lapar sebagai tanda kamu harus memenuhi kebutuhan glukosa.

Olahraga berlebih
Lapar yang berlebihan juga dapat terjadi karena olahraga yang intens dalam jangka waktu yang lama. Olahraga yang berlebihan dapat meningkatkan nafsu makan dan mempercepat metabolisme tubuh seseorang. Akibatnya, kamu mungkin sering merasa lapar.

BACA JUGA:Program Magister Manajemen Unived, Lahirkan Lulusan Perdana

Sindrom pramenstruasi (PMS)
Menjelang menstruasi, terjadi lonjakan estrogen dan progesteron, serta penurunan serotonin. Perubahan hormon tersebut memicu rasa lapar sehingga kamu ingin makan lebih banyak karbohidrat dan lemak.

Efek obat-obatan
Jika kamu sedang menjalani suatu pengobatan atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antipsikotik, antidepresan, dan obat diabetes, kamu mungkin akan merasakan efek samping dari penggunaan obat seperti rasa lapar.

Kurang tidur
Penyebab sering merasa lapar berikutnya adalah turunnya kualitas dan durasi tidur. Kurang istirahat dapat mempersulit tubuh dalam mengontrol hormon yang mengatur rasa lapar.

BACA JUGA:13 Tanda Seseorang Disukai Jin, Ustadz Muhammad Faizar: Salah Satunya Enggan Menikah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: