Dikejar Warga, Pelaku Curanmor di Bengkulu Kritis Setelah Tabrak Toko Boneka

Dikejar Warga, Pelaku Curanmor di Bengkulu Kritis Setelah Tabrak Toko Boneka

Petugas kepolisian saat mengamankan TKP-(foto: istimewa/bengkuluekspress.disway.id)-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Satu dari tiga  pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Kota Bengkulu harus mendapatkan perawatan medis usai mengalami luka akibat kecelakaan tunggal pada Minggu (17/9/2023).

Mulanya kawanan pelaku curanmor ini baru saja  menggasak 2 unit motor jenis RX King dan Honda Scoopy milik warga Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu, Efranul Basri.

Aksi kawanan pelaku curanmor ini pun diketahui oleh anak korban  dan langsung mencoba untuk menggagalkan aksi pencurian tersebut dengan mengejar para pelaku.

Aksi kejar-kejaran terhadap pelaku pun juga diikuti oleh teman-teman dari anak korban hingga ke kawasan Penggantungan Kota Bengkulu.

BACA JUGA:Tempo 3 Jam, Pencuri Barang Elektronik dan Motor Berhasil Ditangkap

Naasnya, setiba di Kelurahan Penggantungan, salah satu pelaku menabrak toko boneka hingga lehernya terluka dan kritis.

Peristiwa ini pun dibenarkan salah satu karyawan toko boneka, Ratti Winasari. Ia mengatakan, pelaku menabrak etalase toko yang terbuat dari kaca dan membuat lehernya terluka.

Akibat kejadian tersebut korban kritis diduga  banyak mengeluarkan darah, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu.

"Jadi pelaku yang bawa motor Scoopy itu nabrak toko boneka kami hingga kacanya pecah. Bakan kaca tersebut sempat mengenai leher korban. Kabarnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara," ujar Ratti Winasari, Senin (18/9/2023).

BACA JUGA:Simpan Sabu di Bungkus Rokok, Pemuda Ini Diringkus Satresnarkoba Polresta Bengkulu

Sementara itu, dua pelaku lainnya memilih kabur dengan membawa motor curian tersebut.

Atas kejadian ini, korban telah membuat laporan kepolisian ke Polresta Bengkulu guna ditindaklanjuti.

Sedangkan terhadap toko boneka yang ditabrak juga mengalami kerugian jutaan rupiah akibat etalase miliknya pecah. "Dari kejadian ini pula, kita rugi jutaan rupiah," tutup Ratti. (Tri).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: