Reses di Masjid Raudhatul Ulum, Masyarakat Keluhkan Besarnya BPHTB dalam Perwal

Reses di Masjid Raudhatul Ulum, Masyarakat Keluhkan Besarnya BPHTB dalam Perwal

BENGKULU, bengkuluekspress.com - Anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu H Ariyono Gumay menggelar reses di Masjid Raudhatul Ulum Kelurahan Padang Nangka, Senin (27/09). Dalam reses tersebut, Ariyono menampung berbagai keluhan masyarakat yang diantaranya mengeluhkan terkait besarnya Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang tertuang dalam peraturan walikota (perwal). Ariyono pun menjelaskan jika saat ini DPRD sedang menggodok pembahasan terkait raperda PBB yang mungkin akan berdampak pada BPHTB. Dengan adanya perda baru yang masih dikaji saat ini, akan menjawab pertanyaan masyarakat terkait perwal yang menyatakan zonasi berkenaan dengan BPHTB. \"Saat ini teman-teman di DPRD sedang membahas raperda terkait hal tersebut. Insyallah dalam waktu dekat perda PBB akan selesai dan masalah BPHTB juga akan selesai,\" jelas Ariyono. Selain masalah BPHTB, seperti biasa masyarakat juga mengeluhkan fasilitas infrastruktur seperti lampu jalan dan drainase. Namun ia menjelaskan, untuk pengadaan lampu jalan sudah dianggarkan senilai Rp 6 miliar di APBD perubahan yang Insyallah terealisasi pada tahun ini. \"Pada umumnya masyarakat mengeluhkan dua itu, lampu jalan dan drainase. Untuk lampu jalan pemda dan DPRD sudah menganggarkan Rp 6 miliar untuk pengadaan lampu jalan yang Insyallah terealisasi tahun ini. Untuk masalah drainase, kita akan koordinasi dengan dinas PUPR. Memang setelah program jalan mulus, program utama kita akan dilakukan program normalisasi dan pembangunan drainase,\" tutup Ariyono. (Imn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: