TAWAR-MENAWAR TIKET PILGUB

TAWAR-MENAWAR TIKET PILGUB

Parpol Tarik-Ulur Dukungan

BENGKULU, bengkuluekspress.com - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu digelar tahun depan. Hingga saat ini belum ada kandidat memastikan mendapatkan \"tiket\" Pilgub dengan dukungan parpol minimal 9 kursi. Diduga, \"tawar-menawar\" tiket Pilgub masih alot antara kandidat dan elit parpol. Pengamat Politik Universitas Bengkulu (Unib), Drs Azhar Marwan mengatakan, banyak faktor parpol tarik-ulur mengusung balon gubernur dan wakil gubernur. Seperti, parpol lakukan tawar menawar kader parpol untuk dimaju dalam Pilgub.

\"Koalisi itu tergantung tawar-menawar antara partai dan kandidat,,\" ujar Azhar, kepada BE, kemarin (22/12).

Upaya tawar menawar ini akan terus berlangsung sampai saatnya hari menjelang pendaftaran Pilgub di KPU. Terlebih semua keputusan mengusung ada ditataran pengurus pusat masing-masing parpol. \"Parpol akan berpikir akan memasangkan calon si A ketika dipasang dengan si B. Mungkin akan dipertimbangkan, tawar menawar posisi dipenjaringan,\" tambahnya.

Tidak hanya itu, parpol juga akan pertimbangan figur yang bakal akan diusung. Sebab, koalisi partai itu tidak hanya berpikir memenuhi syarat administrasi saja, karena mempertimbangan kekuatan figurnya menjadi faktor penting. \"Bicara politik bicara kemenangan. Kalau hanya melengkapi kursi administratif, tapi figur tidak dipertimbangkan. Maka akan menjadi persoalan. Ini yang jadi praktik tawar menawar,\" tegas Azhar.

Tawaran posisi nomor satu atau dua untuk kader memang harus cepat diputuskan. \"Kalau berfikir semua nomor satu tidak akan ketemu dari koalisi,\" bebernya. Selain itu, Azhar juga mengatakan, tawar menawar termasuk faktor cost politik, atau politik uang dalam tubuh parpol. \"Ini juga menjadi posisi tawar menawar. Nomor satu berapa dan nomor dua berapa masing-masing calon menyiapkan cost politik. Itu akan terjadi alot,\" ungkapnya.

Begitupun mendapatkan perahu, juga masih sering terjadi parpol berpikir untuk mendapatkan uang politik. \"Agak sulit dihindari dalam cost politik untuk mendapatkan perahu. Dari segala posisi. Ini yang mungkin sedang ditunggu, dalam penjaringan apa tawaran yang bisa dipenuhi,\" bebernya.

Azhar mengatakan, persoalan uang politik harus dihidarkan. Parpol harus berfikir mencari sosok yang diusung itu diutamakan figur kualifikasinya yang tepat. \"Jangan hanya berfikir cost saja, harus diutamakan dari pandangan masyarakat. Harus dirubah, agar citra masyarakat kepada figur, yang layak dijual dijadikan pemimpin Bengkulu kedepan.

Azhar juga menerangkan, cost politik yang mahal juga terus menghantui orang terjun ke politik praktis ini. \"Harus dihindarkan dari politik praktis. Mari berfikir untuk mencari sosok pemimpin dalam memajukan Provinsi Bengkulu,\" tutupnya. (151)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: