Banner HONDA

Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Fakta Hyperhidrosis yang Perlu Diketahui

Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Fakta Hyperhidrosis yang Perlu Diketahui

Hyperhidrosis--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Berkeringat merupakan hal yang normal dan menjadi salah satu cara tubuh menjaga suhu tetap stabil. Namun, jika keringat keluar secara berlebihan meski tubuh tidak sedang kepanasan atau melakukan aktivitas fisik, kondisi tersebut bisa mengarah pada hyperhidrosis.

Hyperhidrosis merupakan kondisi medis ketika seseorang berkeringat lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh untuk mendinginkan diri. Keringat berlebih dapat muncul pada bagian tubuh tertentu seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, wajah atau kepala, bahkan pada sebagian orang dapat terjadi di hampir seluruh tubuh.

Apa Itu Hyperhidrosis?

Berbeda dengan keringat normal setelah berolahraga atau berada di bawah terik matahari, hyperhidrosis dapat terjadi ketika seseorang sedang berada di tempat yang sejuk atau melakukan aktivitas ringan.

BACA JUGA:Alpukat Tak Cuma Dibuat Jus, Ini 7 Ide Olahan yang Mudah dan Lezat

BACA JUGA:Mulai Cutting Off Sugar? Ini Perubahan yang Bisa Terjadi pada Tubuh

American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa penderita hyperhidrosis dapat berkeringat berlebihan ketika tubuh sebenarnya tidak membutuhkan pendinginan. Kondisi ini juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya telapak tangan terlalu basah untuk memegang benda atau keringat dari ketiak sampai membasahi pakaian.

Ada Dua Jenis Hyperhidrosis

Secara umum, hyperhidrosis terbagi menjadi dua jenis, yakni primary hyperhidrosis dan secondary hyperhidrosis.

1. Primary hyperhidrosis

Jenis ini biasanya hanya menyerang bagian tubuh tertentu, terutama telapak tangan, telapak kaki, ketiak, wajah atau kepala. Kondisi tersebut terjadi karena sinyal saraf yang mengendalikan kelenjar keringat menjadi terlalu aktif.

Primary hyperhidrosis sering kali tidak disebabkan oleh penyakit tertentu dan dapat memiliki faktor keturunan. Kondisi ini juga kerap mulai muncul sejak masa kanak-kanak atau remaja.

2. Secondary hyperhidrosis

Berbeda dengan jenis pertama, secondary hyperhidrosis biasanya berkaitan dengan kondisi medis tertentu atau efek samping obat. Keringat berlebihan pada jenis ini dapat terjadi di sebagian besar tubuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: