Banner HONDA
BPBD

Pemkab Lebong Maksimalkan Program Penanganan Stunting 2026

Pemkab Lebong Maksimalkan Program Penanganan Stunting 2026

Wabup Lebong, Bambang ASB SSos MSi ketika memimpin rapat terkait penurunan angka stunting.-ERICK-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kabupaten Lebong menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan program penanganan kasus stunting pada tahun 2026.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB SSos MSi, saat memimpin rapat pra-Musrenbang tematik percepatan penurunan stunting, Senin 16 Maret 2026.

"Benar kita bersama pihak terkait melaksanakan rapat dalam pencegahan stunting di Kabupaten Lebong," sampainya.

Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun strategi penanganan stunting agar berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

"Kita ingin penanganan kasus stunting di tahun ini maksimal," tegasnya.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan menjadi fokus utama karena stunting tidak dapat diatasi secara instan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama lintas sektor.

"OPD, forkompimda serta pihak terkait lainnya kita ajak bekerjasama," jelasnya.

BACA JUGA:Disperindag Bengkulu Sidak Distribusi LPG 3 Kg, Cegah Penimbunan dan Jaga Pasokan

BACA JUGA:HUT ke-307 Bengkulu, Sinergi Kepala Daerah Kian Menguat

Menurutnya, sasaran utama pencegahan stunting dimulai dari kelompok usia sebelum menikah, pasangan usia subur, hingga ibu hamil.

Hal ini karena risiko stunting terjadi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.

"Jadi mulai masa kehamilan hingga melahirkan, potensi diserang stunting tinggi," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Asupan makanan bergizi seperti zat besi, asam folat, protein, dan kalsium harus diperhatikan.

Selain itu, ibu hamil juga diimbau rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal enam kali selama masa kehamilan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: