Banner HONDA

Oknum Polisi Tembak Anak

Oknum Polisi Tembak Anak

BengkuluBangun Tidur, Dikira Maling

BENGKULU, Bengkulu Ekspress - Nama baik institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali tercoreng. Setelah sebelumnya terjadi tragedi penembakan mobil yang ditumpangi satu keluarga oleh oknum Polri di Kota Lubuk Linggau beberapa pekan lalu, kemarin (26/4) giliran seorang oknum polisi tidak sengaja menembak anaknya hingga tewas.

Pelaku adalah Aiptu BS (43), seorang bintara yang saat ini bertugas sebagai Kanit Provos Polsek Ratu Agung, Kota Bengkulu diduga tidak sengaja menembakkan pistol jenis revolver resmi milik Polri yang akhirnya menewaskan BA (14), putra bungsunya sendiri di rumahnya Jalan Sumatera 5 Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, Rabu dinihari.

Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIk didampingi Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Eka Candra SH menuturkan, dugaan sementara Aitu BS tidak sengaja melepaskan peluru berkaliber 21 itu ke anaknya.

Baca Juga Polisi Tembak Anak

Kemungkinan penembakan itu terjadi karena Aiptu BS terkejut mendengar suara pintu rumah terbuka dan mengira bahwa rumahnya sedang disatroni maling.

Spontan dia mengambil pistol dan bangun dari tempat tidur. Selanjutnya ia pergi ke dapur dan melihat bayang orang. Sontak ia mengarahkan pistol ke arah bayang hitam itu. Dor! bayang itu terkapar.

Selanjutnya Aiptu BS menghidupkan lampu. Namun betapa terkejutnya ia, karena yang ditembak bukanlah pencuri, melainkan anaknya yang sebelumnya tidur sekamar dengannya.

"Kejadiannya sekitar pukul 04.00 pagi. Kasus ini masih dalam penanganan. Tetapi pada prinsipnya ini adalah kecelakaan, karena diduga ada pencuri yang masuk ke rumah terus ditembak, tidak tahunya anaknya sendiri," ungkap Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIK, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (26/4/2017).

Setelah mengetahui bahwa yang ditembak itu ternyata anak bungsunya, sambung Kapolres, kemudian Aiptu BS membawa anaknya itu ke RS Bhayangkara. Namun malang, sesampainya di RS Bhayangkara Bagas tidak dapat lagi ditolong.

Sementara itu, Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh tim forensik dari Pusdokpol Mabes Polri diketahui bahwa peluru berkaliber 21 itu bersarang pada bagian lengan kanan Bagas hingga menembus ke bagian dadanya.

Setelah mengetahui bahwa bagas sudah meninggal, Aiptu BS kemudian menyerahkan pistol Revolver resmi milik Polri yang menewaskan anaknya itu ke Subdit Renata Reskrim Polda Bengkulu, Kompol Harry Irawan dan kemudian Aiptu BS menghilang.

Namun tak menunggu waktu lama, dengan mengerahkan seluruh anggotanya, Polres Bengkulu sudah mengetahui keberadaan Aiptu BS. Aiptu BS berada di rumah mertuanya di Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu tengah.

"Keberadaannya sudah diketahui, mungkin saat ini dia sedang menenangkan diri. Namun tetap dalam pengawasan. Setelah pemakaman nanti (kemarin, red) dia akan langsung kita bawa ke Mapolres Bengkulu untuk pemeriksaan," tandas Kapolres.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: