Tradisi Unik, Warga di Desa Ini Dilarang Jual Beras
Sedangkan di huma mereka hanya mengandalkan air yang berasal dari hujan (tadah hujan).
Secara berurutan masa bercocok tanam dimulai dari numpang goleng (membuat pematang), ngabaladah (menyiangi lahan), ngambangkeun (mengisi lahan dengan air/merendam), ngangler (membersihkan permukaan lahan dari gulma yang tumbuh sebagai persiapan untuk tebar), tebar (membuat persemaian padi dengan cara menebar untaian padi), dan tandur (menanam padi).
Selanjutnya, ngarambet (membersihkan gulma yang ada di sawah), babad galeng (membersihkan rumput di pematang sawah), dibuat (panen) - ngalantay (menjemur padi di lantayan), mocong pare (mengikat padi menjadi pocong), dan ngunjal (mengangkut padi ke leuit/lumbung).
Pegawai Adat Kasepuhan Cisungsang Ewan Hermawan menambahkan, dari proses tersebut, kemudian para rendangan (perwakilan kasepuhan) akan melakukan pertemuan dengan Ketua Adat untuk membicarakan seren taun.
Setelah ada keputusan tanggal pelaksanaan, baru menginjak seren taun atau rasul paredileit (permulaan seren taun-red). Di situ udah mulai ada hiburan kesenian seperti doglor lojor, angklung bihun, rengkong, celempung. Baru puncaknya saat seren taun iring-iringan orang yang membawa simbol padi dengan diiringi musik tradisional, kata pria yang akrab disapa Ewang ini.
Di situ baru prak-prakan atau carita-carita (wejangan ketua adat-red) seren taun dengan mendengarkan petuah abah sebagai Kesepuhan Cisungsang. Petuah menyukuri keberkahan atas hasil panen dan petuah untuk perjalan setahun yang akan datang, imbuhnya. (ken/mg25/asp/alt/ags/sam/jpnn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



