PALEMBANG - Kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 15 persen kepada pelanggan non-subsidi, rumah tangga besar, bisnis menengah, bisnis besar, dan kantor pemerintah akan diberlakukan dalam empat tahap. Tepatnya mulai Januari dan berakhir Oktober 2013.
Demikian diungkap Ir Rahimudin, manager niaga PT PLN Wilayah S2JB (Sumsel, Jambi, dan Bengkulu), di Kantor PLN Area Palembang dalam acara Sosialisasi Tarif Tenaga Listrik 2013, Rabu (23/1). Keempat tahap dimaksud adalah tahap pertama 1 Januari - 31 Maret, tahap kedua 1 April-30 Juni, tahap ketiga 1 Juli-30 September. Terakhir, tahap keempat 1 Oktober 2013 mendatang.
Diketahui, kebijakan kenaikan itu tak berlaku bagi konsumen rumah tangga, daya 450 VA dan 900 VA. Pelanggan kena kenaikan, adalah yang tidak lagi menerima subsidi pada akhir 2013 yakni rumah tangga besar (R3 daya 6600 VA ke atas), bisnis menengah (B2 daya 6600 VA hingga 200 kVA), bisnis besar B3 daya 200 kVA ke atas, dan kantor pemerintah (P1 daya 6600 VA).
“Saya pertegas lagi, kenaikan itu hanya berlaku bagi pelanggan dengan kekuatan daya 1300 VA ke atas. Artinya untuk masyarakat biasa dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak akan terkena kenaikan tersebut,” ungkap Rahimudin. Total pelanggan untuk provinsi Sumsel sebanyak 1.257.093. Khusus pelanggan daya 450 VA dan 900 VA ada 995.082 dan pelanggan dengan daya di atas 1300 VA, sebanyak 262.011 pelanggan.
Ia merinci, komposisi pelanggan PLN Wilayah S2JB per area pelayanan hingga November 2012; untuk Kota Palembang sebanyak 679.663 pelanggan. Kemudian, Jambi, (307.651), Lahat (541.445), Muaro Bungo (184.878), dan Bengkulu 324.476 pelanggan.
Sedangkan komposisi pelanggan per tarif, 0.030 pelanggan untuk bisnis. Lalu, 3.996 layanan khusus, 12.116 pelanggan pemerintah, 640 pelanggan industri, dan 33.879 pelanggan sosial.
Rahimudin menegaskan, kenaikan TTL mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 30 Tahun 2012. “Kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi energi ini dikarenakan naiknya harga penjualan listrik serta harga energi primer yang juga meningkat.\"
Dikatakan, subsidi listrik naik lantaran kenaikan biaya pokok penyediaan (BPP) dan meningkatnya volume penjualan. “Nah, BPP sangat dipengaruhi oleh nilai tukar dolar Amerika terhadap rupiah dan harga energi primer terutama harga batu bara, gas, dan, BBM,” ujarnya seraya mengatakan harga jual dipengaruhi oleh TTL yang ditetapkan pemerintah.
Dibeberkan Rahimudin, besaran subsidi listrik nasional tahun 2012 Rp78,63 triliun. Nah, jika TTL mengalami kenaikan dan jika TTL tidak naik maka besaran subsidinya Rp93,52 triliun. Untuk Wilayah S2JB, pada 2012 besaran subsidinya Rp1,329 tirliun. “Jadi kenaikan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan subsidi yang ada,\" katanya.
Menurut Rahimudin, kenaikan TTL diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan. “Meskipun tarif listrik naik ataupun tidak naik, kami wajib untuk tetap meningkatkan pelayanan,” tukasnya.
Sementara itu, Marketing Communication Palembang Square (PS), Irwan Agus Setiawan mengatakan, pihaknya akan mengikuti prosedur yang memang telah diberlakukan oleh pihak pemerintah. “Kita sih maunya nggak naik, tapi inilah peraturan yang wajib kita ikuti,” ungkapnya tadi malam.
Intinya, tambah Irwan, pihaknya dapat menerima kenaikan ini karena merupakan suatu peraturan yang memang harus diterapkan. “Kita sendiri tak bisa merubah keputusan itu. Yang dapat kita lakukan sekarang ialah penyesuaian penggunaan listrik,” jelasnya.
Dikatakannya, kenaikan tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap operasional di PS. Hanya, mereka tentunya akan berupaya menggunakan listrik sehemat mungkin. “Kita sendiri akan berupaya untuk tidak menggunakan listrik jika tak terlalu penting dan akan mengimbau untuk tetap hemat dalam penggunaan listrik,” tegas Irwan. (rip/ce2)
Kenaikan Listrik Dibagi Empat Tahaplkistrik
Kamis 24-01-2013,18:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 10-05-2026,18:46 WIB
Pengurus IKAPPABASKO Bengkulu 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Persatuan dan Kontribusi Perantau Minang
Minggu 10-05-2026,18:48 WIB
Garbarata Tiba, Janji Gubernur Helmi Hasan untuk Bandara Fatmawati Mulai Terwujud
Minggu 10-05-2026,18:28 WIB
Pengadaan Smart TV di Satuan Pendidikan Kota Bengkulu Capai 90 Persen, Dorong Pembelajaran Digital Lebih Inter
Minggu 10-05-2026,18:30 WIB
Tahun 2026, Pemkot Bengkulu Targetkan PAD Retribusi TKA Capai Rp500 Juta
Minggu 10-05-2026,18:37 WIB
Pemkot Bengkulu Siapkan Penertiban Besar di Pasar Panorama, Pedagang Diminta Tertib
Terkini
Minggu 10-05-2026,22:03 WIB
Tangguh Bertransformasi di Tengah Fluktuasi PT Pertamina Training and Consulting Gelar RUPS Tahun Buku 2025
Minggu 10-05-2026,18:48 WIB
Garbarata Tiba, Janji Gubernur Helmi Hasan untuk Bandara Fatmawati Mulai Terwujud
Minggu 10-05-2026,18:46 WIB
Pengurus IKAPPABASKO Bengkulu 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Persatuan dan Kontribusi Perantau Minang
Minggu 10-05-2026,18:42 WIB
Komitmen Polri Berantas Judi Online Lewat Pengungkapan Kasus Internasional
Minggu 10-05-2026,18:37 WIB