BPPT kini juga merancang perangkat lunak untuk e-voting yang bisa disimpan di dalam flashdisk (FD) sehingga bisa diinstal di komputer di daerah-daerah. Dengan begitu, pemda tinggal membeli mesin pembaca e-KTP.
Direktur Bisnis PT Inti Adi Aris menyatakan sangat antusias bekerja sama dengan BPPT. Sebagai BUMN bidang telekomunikasi, pihaknya bangga bisa menghadirkan e-voting di tengah masyarakat. Khusus untuk pilkades Babakan, seluruh perangkat berstatus pinjaman dari PT Inti.
Meski begitu, sudah ada pemda yang membeli perangkat komplet e-voting. Harga satu paket perangkat tersebut berkisar Rp 40 juta. Harga itu bisa berubah bergantung volume dan faktor teknis lainnya. (c5/owi)