JAKARTA - Banjir di Jakarta belum usai dan masyarakat menginginkan adanya langkah nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah banjir. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta mengaku masih menemui kendala, terutama ketersediaan lahan dalam program normalisasi kali.
Kepala Bappeda Pemprov DKI Jakarta, Sarwo Handayani yang hadir belakangan dalam dikusi mencari solusi banjir Jakarta, di Cikini, Sabtu (19/1) menjelaskan, Pemprov DKI di bawa kepemimpinan Gubernur Joko Widodo sudah memiliki beberapa program menjanjikan.
\"Di antara irogram-program yang menjanjikan itu ada penyediaan RTH (ruang terbuka hijau) seluas 30 persen dari total luas Jakarta,\" ujar pejabat yang akrab disapa Yani itu.
Nah, untuk mencapai target itu, lanjutnya, tahun ini saja Pemprov DKI Jakarta sudah merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan RTH, termasuk juga penyediaan lahan-lahan yang perlu disiapkan untuk normalisasinya.
\"Prinsipnya ruang-ruang yang seharusnya untuk RTH akan dibebaskan untuk antisipasi banjir,\" tegas Yani.
Kemudian, karena prinsipnya bagaimana menahan air di hulu. Maka akan dibuat 1000 sumur resapan. Program ini juga sebagai pancingan agar dunia usaha melakukan hal serupa di areal mereka. Sumur resapan yang akan dibangun ini bukan skala biopori, tetapi benar-benar sumur resapan yang memiliki kedalaman hingga 200 meter.
\"Kedalamannya bisa sampai 200 meter. Kita akan perhatikan dimana itu bisa dipasang karena tidak semua lahan di Jakarta efektif untuk itu. Jadi akan dikaji mana lahan yang bisa untuk resapan dalam, sedang dan dangkal,\" jelasnya.
Dalam waktu dekat, karena sumber banjir utama ada di kali Ciliwung dan Pesanggerahan. Pemprov DKI dusah meminta bantuan ke pemerintah pusat, bahwa untuk menahanan debit air Ciliwung dari hulu harus dibangun waduk Ciawi. Kemudian Pemprov juga tengah mengecek ketersediaan lahan di Cimanggis yang bisa dipakai untuk waduk. Sedangkan di Pesanggerahan akan diteliti untuk pembangunan parkir-parkir air.
Namun demikian, Yani mengakui masih ada kendala yang dihadapi sehingga normalisasi kali di Ciliwung belum terlaksana, yakni soal koordinasi dan kerjasama dengan masyarakat.
\"Bagaimana masyarakat bisa mengerti dan mau direlokasi. Kita tentunya harus siapkan hunian dan yang layak dan tidak membuat warga itu rugi. Jadi persoalannya penyediaan lahan,\" pungkasnya.(fat/jpnn)
Normalisasi Ciliwung Terkendala Lahan Relokasi Penduduk
Sabtu 19-01-2013,19:55 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 06-07-2026,17:57 WIB
Jangan Tunggu Motor Brebet, Ini 4 Langkah Perawatan Busi dari Astra Motor Bengkulu
Senin 06-07-2026,13:39 WIB
5 Balon Ketua PWI Bengkulu Ambil Formulir, Syarat Dukungan Tak Boleh Ganda
Senin 06-07-2026,15:11 WIB
Kejar Target Rp5,7 Triliun, Pemprov Bengkulu Gencar Gaet Investor Lewat BLINC 3.0
Senin 06-07-2026,13:58 WIB
Tega Setubuhi Dua Anak Kandung Sejak 2018, Pria Paruh Baya di Kepahiang Diringkus Polisi
Senin 06-07-2026,16:56 WIB
Diduga Edarkan Uang Palsu di Sejumlah Lokasi, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi di Pasar Barukoto II
Terkini
Senin 06-07-2026,17:57 WIB
Jangan Tunggu Motor Brebet, Ini 4 Langkah Perawatan Busi dari Astra Motor Bengkulu
Senin 06-07-2026,17:39 WIB
'Jumpa Honda' Juli 2026, Promo Melimpah, DP Ringan Hingga Bonus Menarik
Senin 06-07-2026,17:25 WIB
Warga Desa Kelilik Heboh Sore Ini, Jasad Tanpa Identitas Ditemukan Membengkak di Aliran Sungai
Senin 06-07-2026,17:05 WIB
Tepis Video Viral TikTok, Kades Sungai Petai Tegaskan Gedung KDMP Berada di Tengah Desa Bukan Hutan
Senin 06-07-2026,16:59 WIB