Tradisi Unik, Warga di Desa Ini Dilarang Jual Beras

Rabu 14-09-2016,08:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

Selanjutnya, ngarambet (membersihkan gulma yang ada di sawah), babad galeng (membersihkan rumput di pematang sawah), dibuat (panen) - ngalantay (menjemur padi di lantayan), mocong pare (mengikat padi menjadi pocong), dan ngunjal (mengangkut padi ke leuit/lumbung).

Pegawai Adat Kasepuhan Cisungsang Ewan Hermawan menambahkan, dari proses tersebut, kemudian para rendangan (perwakilan kasepuhan) akan melakukan pertemuan dengan Ketua Adat untuk membicarakan seren taun.

Setelah ada keputusan tanggal pelaksanaan, baru menginjak seren taun atau rasul paredileit (permulaan seren taun-red). Di situ udah mulai ada hiburan kesenian seperti doglor lojor, angklung bihun, rengkong, celempung. Baru puncaknya saat seren taun iring-iringan orang yang membawa simbol padi dengan diiringi musik tradisional, kata pria yang akrab disapa Ewang ini.

Di situ baru prak-prakan atau carita-carita (wejangan ketua adat-red) seren taun dengan mendengarkan petuah abah sebagai Kesepuhan Cisungsang. Petuah menyukuri keberkahan atas hasil panen dan petuah untuk perjalan setahun yang akan datang, imbuhnya. (ken/mg25/asp/alt/ags/sam/jpnn)

Tags :
Kategori :

Terkait