Wakil Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan tes urine yang dilakukan itu sebagai bentuk untuk membersihkan Bengkulu dari narkoba.
\"Semua pejabat eselon akan kita tes urinenya. Waktu pelaksanaannya akan kita lihat nanti,\" kata Rohidin kepada BE, kemarin.
Untuk teknisnya, pemprov akan melakukan koordinasi dengan pihak Laboratarium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Bengkulu. Hal itu untuk mengetahui apakah memungkinkan atau tidak jika tes urine ini akan dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu.
\"Kita akan bicarakan dulu, memungkinkan atau tidak jika BNN yang melakukan tes urine,\" ungkapnya.
Dikatakannya, tes urine yang dilakukan BNNP membutuhkan biaya sangat besar karena jumlah pejabat eselon III dan IV mencapai ratusan orang. Sedangkan untuk pejabat esolon II yang telah dilakukan tes urine sendiri mendapatkan biaya gratis dari BNNP.
\"Biayanya mahal untuk melakukan tes urine ini. Kita koordinasikan dulu,\" tambah Wagub.
Namun demikian, Wagub menegaskan, anggaran akan tetap disiapkan. Karena semua pejabat pemprov telah menandatangani pakta integritas untuk bebas dari narkoba.
\"Anggaran akan tetap kita siapkan, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD-P) tahun 2015 ini,\" pungkasnya. (151)