BENTENG, Bengkulu Ekspress - Aksi blokir jalan menuju kawasan pusat perkantoran Pemkab Benteng di Desa Renah semanek, Kecamatan Karang Tinggi, hingga kemarin (10/5) masih berlanjut. Tak ayal tertutupnya seluruh badan jalan ini membuat aktivitas pegawai negeri sipil (PNS) maupun masyarakat yang biasanya melintas di jalan tersebut menjadi terganggu. \"Aksi blokir jalan ini sangat mengganggu pengguna jalan yang hendak melintas. Kami harap pemkab bisa mencari solusi terbaik agar pagar yang dipasang warga bisa segera dilepas,\" aku Kepala Desa (Kades) Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Rahaya ditemui saat hendak menuju pusat perkantoran. Disampaikan Kades, jalan tersebut memang bukan satu-satunya jalan menuju kompleks perkantoran, melainkan jalan terdekat bagi sejumlah warga untuk menuju kawasan pusat perkantoran, terutama bagi masyarakat atau PNS yang berasal dari daerah pedalaman. \"Akan membutuhkan waktu yang lebih lama jika harus melintasi jalan yang satunya lagi. Saat ini, kendaraan kami terpaksa harus mendaki tebing setinggi 2 hingga 3 meter untuk masuk ke kompleks perkantoran. Untungnya saat ini sedang musim panas, jika musim penghujan tanjakan tersebut tak akan sulit dilewati,\" ungkapnya. Meski begitu, diakui Rahaya, pihaknya tak sepenuhnya menyalahkan warga yang sudah memblokir jalan tersebut. \"Wajar saja jika masyarakat melakukan hal ini, sebab hal tersebut merupakan salah satu upaya mereka agar hak mereka meminta pengembalian lahan perkantoran 30 persen segera diberikan. Pemda hendaknya juga harus sigap merespon tuntutan warga,\" pintanya. Terpisah, salah satu warga penghibah tanah, Ismail Bakaria meminta agar pemkab segera mengembalikan lahan 30 persen atau seluas 46 hektare dari lahan perkantoran Pemkab Benteng itu kepada 96 orang warga penghibah lahan. Sebab, pengembalian tanah itu sudah dijanjikan sejak 6 tahun lalu, nyatanya hingga saat ini tak kunjung direalisasikan. \"Kami tunggu hingga tanggal 24 Juni 2016, jika pengembalian lahan belum juga dilakukan, kami akan tutup seluruh akses jalan menuju perkantoran, pungkasnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Benteng, Muzakir Hamidi SSos MM mengharapkan agar warga penghibah tanah bisa lebih bersabar menanti waktu pengembalian lahan. Diakui Sekda, saat ini pemkab sudah menyiapkan lahan tersebut dan hanya tinggal mencari regulasi serta aturan yang tepat agar pengembalian lahan nantinya tak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Baik itu bagi pemkab sendiri, maupun bagi masyarakat penerima hibah tanah. \"Masyarakat sabar dulu, sesuai perjanjian awal, pengembalian lahan paling lambat akan dilakukan pada akhir Desember tahun 2016 ini. Lebih cepat tentu saja akan lebih bagus,\" demikian Sekda.(135)
Blokir Jalan Perkantoran Berlanjut
Rabu 11-05-2016,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,08:39 WIB
Terlibat Pekelahian, Remaja di Bengkulu Selatan Tewas, Pelaku Masih Diburu
Kamis 09-07-2026,08:42 WIB
AKBP Aron Sebastian Resmi Pimpin Polres Bengkulu Selatan
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,17:46 WIB
Kasus Suap Rekrutmen PHL PDAM Bengkulu Bergulir ke Babak Baru, Polda Tetapkan Empat Tersangka Lagi
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Terkini
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:59 WIB
Rumus Institute Beberkan Siasat Pabrik Sawit di Mukomuko Dapat 900 Kg Buah Gratis Per Truk
Kamis 09-07-2026,17:57 WIB