BENGKULU, BE - Berangkat dari kegelisahan masyarakat atas berdirinya perusahaan ritel Indomaret di Kota Bengkulu, belum lama ini Komisi III DPRD kota melakukan konsultasi ke Kementerian Perdagangan. Hasilnya, bahwa keberadaan Indomaret tersebut sudah melanggar Undang-undang (UU) nomor 7 tahun 2014 pasal 24 tentang perizinan. Dengan ancaman 6 bulan penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar per gerai. Hal ini disampaikan anggota komisi III DPRD Kota, Indra Sukma kepada BE, kemarin. \"Menurut Dirjen Perdagangan, itu sudah pelanggaran, dengan cara mereka membuka tanpa izin itu, dan sanksinya memang ada di Undang-undang nomor 7 tahun 2014, disebutkan bahwa kalau tanpa izin seperti itu bisa dituntut 6 bulan penjara atau denda 1 miliar per gerai,\" kata Indra dari fraksi PAN ini. Dalam hal ini, pihaknya akan segera melakukan rekomendasi ke Ketua DPRD kota, untuk segera menyurati walikota dengan ditembuskan ke Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pengusaha ritel Indonesia untuk memberikan sanksi tegas kepada Indomaret. \"Dewan ini tidak anti investasi, hanya saja harus sesuai aturan. Sebab terlalu banyak yang mereka langgar, Undang-undang no 7 tahun 2014 dilanggar, kemudian Perpres, Permendag, bahkan Perda IMB, Perda HO, SIUP, TDP dan lain sebagainya. Nah cara seperti inilah yang kita tidak suka,\" tandasnya. Selain itu, dijelaskan Indra Sukma yang akrab disapa ucok ini, bahwa pihaknya sudah geram dengan persoalan ini. Sebab Indomaret tampak semakin menyepelekan Pemeritah Kota Bengkulu. Sebab di tahun 2015 sudah berdiri 6 gerai, kemudian di tahun 2016 sudah berdiri 9 gerai. Sementara 2 kali panggilan dari dewan pihak Indomaret justru tidak datang. Padahal pihak Indomaret telah berjanji tidak ada penambahan gerai lagi. \"Inikan sudah tidak menganggap lagi pemerintah kota Bengkulu, untuk itu saya rasa kepala daerah dalam hal ini pelaksana tugasnya harus menindak tegas dengan menutup. Karena kalau tidak seperti itu kita disepelekan terus,\" tukasnya. Sementara itu, pihak Pemkot sebelumnya telah membentuk tim khusus untuk membahas serta menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, perlu diketahui seperti yang sampaikan Kabag Humas Setda kota Bengkulu, Salahuddin Yahya , bahwa pihak pemerintah kota membantah keras anggapan-anggapan tidak tegas. Yang bermunculan di masyarakat. Karena ada hal yang tidak diketahui orang terutama menyangkut surat yang sudah dilayangkan ke Indomaret sebagai bentuk teguran pertama dan kedua. Di dalam surat tersebut juga dicantumkan pelanggaran yang mengarah kepada tindakan pidana. Menurutnya, kalau ada pihak yang mengabaikan suatu yang dilarang oleh pemerintah daerah, maka sama dengan mengabaikan perintah negara. (805)
Indomaret Terancam Pidana
Selasa 09-02-2016,11:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 13-05-2026,21:06 WIB
Okky Dwinanda Pimpin ISKI Bengkulu Periode 2026-2029
Kamis 14-05-2026,13:26 WIB
KONI Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Kebangkitan Renang Bengkulu
Kamis 14-05-2026,14:21 WIB
Kembangkan Kasus 13 Paket Sabu, Satnarkoba Polres Kaur Buru Bandar Besar Pemasok Barang Haram
Kamis 14-05-2026,13:24 WIB
38 Dapur MBG di Kota Bengkulu Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi, Dinkes Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi
Kamis 14-05-2026,14:17 WIB
Waspadai Penyakit LSD, Dispertan Kaur Minta Warga Teliti Periksa Sertifikat Kesehatan Hewan Kurban
Terkini
Kamis 14-05-2026,18:32 WIB
Pantai Pasir Putih Bakal Tampil Lebih Tertata, 35 Gazebo Gratis Disiapkan untuk Wisatawan
Kamis 14-05-2026,18:30 WIB
Bapenda Bengkulu Catat Ribuan Kendaraan Ikuti Pemutihan Pajak, Layanan Samsat Desa Jadi Kunci
Kamis 14-05-2026,18:28 WIB
Dukung Polda Bengkulu Usut Penimbunan Biosolar, Pertamina Ancam Sanksi Tegas SPBUN Nakal
Kamis 14-05-2026,18:26 WIB
Pelaku KDRT di Bengkulu Jalani Hukuman Kerja Sosial di RSUD, Jadi Eksekusi Perdana Kejari
Kamis 14-05-2026,18:24 WIB