BENGKULU, BE - Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD), semakin hari terus mengalami peningkatan. Tak tangung-tanggung, anak-anak pun menjadi sasaran utama, bahkan menjadi korban tertinggi pada kasus yang disebabkan virus nyamuk aedes aegypti. Seperti yang tercatat pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, terhitung pada Bulan Januari 2016 hingga sekarang, setidaknya 71 pasien DBD dirawat. Wadir Pelayanan Medik dan Perawatan RSUD M Yunus Bengkulu, dr Zulki Maulub Ritonga Sp An, mengatakan, pasien tersebut sekitar 70 persen, dialami oleh anak-anak berusia hingga 18 tahun. \"Rata-rata yang kita rawat di RSUD anak-anak. Dari data yang dirawat, 2 orang pasien anak-anak berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara, meninggal dunia,\" terang Zulki kepada BE, kemarin. Peningkatan pasien DBD memang terus dirasakan oleh pihak RSUD. Sejak kasus DBD ini mulai menyerang warga Bengkulu pada 27 November 2015 lalu, tercacat sudah sekitar 110 pasien DBD yang dirawat di RSUD M Yunus Bengkulu. \"Kalau sekarang ada 5 orang pasien yang sedang kita lakukan perawatan. Alhamdulilah, sudah mulai berangsur pulih kesahatannya,\" tambahnya. Sementara itu, sama halnya di RS Rafllesia Bengkulu, dari rumah sakit ini tercatat pada Bulan Januari ini saja, sekitar 10 orang pasien mengalami kasus DBD. Dari data tersebut, 1 orang pasien juga harus dilarikan ke RSUD M Yunus untuk mendapatkan perawatan secara lebih lanjut. \"Kita juga mencatat, angka kasus DBD yang kita tanggani terus mengalami pengingkatan,\" ujar Manager Medik dan Perawatan RS Rafflesia Bengkulu, Ilson Yozami. Bukan hanya itu, kasus tertinggi DBD yang terjadi di Kota Bengkulu juga terus mengalami peningkatan. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Herwan Antoni, bahwa Dinkes mencatat peningkatan pada bulan Januari hingga saat ini telah mencapai 89 kasus DBD. \"Kita sadari kasus DBD ini terus mengalami peningkatan. Namun untuk korban meninggal, Alhamdulilah masih sama dengan data yang lalu, yaitu 3 orang korban meninggal,\" terang Herwan. Herwan menegaskan bahwa semua pasien tersebut juga telah mendapatkan perawatan dari RSUD dan Puskesmas yang ada di Kota Bengkulu. Sementara, RSUD Kota Bengkulu juga mencatat selama Januari terdapat 16 orang pasien yang dirawat. \"Anak-anak memang rentan sekali terkena DBD ini, catatan kita juga menunjukkan angka tertinggi pada anak-anak hingga dewasa. Oleh karena itu dengan perningkatan tersebut, mari bersama-sama untuk aktif dalam menjaga lingkungan sekitar. Agar DBD ini tidak terus mengalami peningkatan,\" pungkas Herwan. (151)
Demam Berdarah Mengancam Anak-Anak
Kamis 04-02-2016,10:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 11-09-2026,10:33 WIB
Tips Membersihkan Lendir Ikan Nila agar Tidak Amis dan Lebih Segar
Jumat 11-09-2026,11:34 WIB
Sering Ada di Dapur, Ternyata Baking Soda Punya Banyak Kegunaan
Jumat 11-09-2026,11:53 WIB
Tubuh Punya Kebutuhan Harian, Ini 7 Hal yang Jangan Sampai Terlewat
Jumat 11-09-2026,10:44 WIB
Daun Kelor, Si Hijau Kaya Manfaat yang Baik untuk Tubuh
Jumat 11-09-2026,15:54 WIB
Kejati Bengkulu-KPU Teken PKS, Perkuat Sinergi dan Pendampingan Hukum
Terkini
Jumat 11-09-2026,15:56 WIB
Penataan Parkir Pasar Panorama Bengkulu Dongkrak PAD, Pendapatan Naik hingga Rp150 Juta per Bulan
Jumat 11-09-2026,15:54 WIB
Kejati Bengkulu-KPU Teken PKS, Perkuat Sinergi dan Pendampingan Hukum
Jumat 11-09-2026,15:52 WIB
Dugaan Aksi Koboi Oknum Polisi di Bengkulu, Paminal Temukan Peluru Aktif dan Selongsong
Jumat 11-09-2026,15:33 WIB
Gebyar Semarak Merah Putih Resmi Digelar di Mukomuko, 10 Hari Penuh Hiburan dan Layanan Gratis
Jumat 11-09-2026,14:26 WIB