KEPAHIANG, BE - Keterlibatan salah seorang oknum anggota Polres Kepahiang berinisial NU dalam kasus dugaan penipuan dengan modus menjadi calo masuk polisi terhadap korban Jubai (51), warga Desa Embong Ijok Kecamatan Bermani Ilir dengan kerugian hingga Rp 380 juta, terancam dipecat. \"Dalam kasus ini anggota kita tersebut (NU,red) akan menjalani proses pidana umum, jika terbukti bersalah akan dilakukan sidang kode etik. Nanti bisa saja anggota tersebut dipecat tergantung dengan hukuman yang disangkakan kepadanya,\" ujar Kapolres Kepahiang, AKBP. Iskandar ZA SIK, kemarin. Dikatakannya, hanya saja soal penipuan tersebut pihaknya masih menunggu proses hukum yang ditengah dijalani kedua tersangka, termasuk juga mantan Cabup Seluma RA yang saat ini sudah mendekam di sel Mapolres Kepahiang tersebut. \"Untuk saat ini kita masih menunggu proses hukum yang akan dijalani keduanya, untuk kemungkinan hukumannya bisa seperti itu, karena yang bersangkutan (tsk,red) merupakan anggota Polri,\" sampai Kapolres. Untuk diketahui kedua tsk diamankan pada Senin (18/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Sedangkan seorang tsk lagi yang juga diduga memiliki keterlibatan dalam kasus ini, JP saat ini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Ketiganya di tetapkan sebagai tsk lantaran telah melakukan penipuan terhadap korban Jubai (51) warga Desa Embong Ijok Kecamatan Bermani Ilir, akibatnya korban dirugikan hingga Rp 380 juta. Awal kasus ini dimulai pada bulan Maret tahun 2015, dimana korban dan anaknya Agung yang saat itu hendak mencalonkan diri sebagai anggota Bintara Polri datang ke rumah NU. Dalam perbincangan tersebut, NU menceritakan jika mempunyai teman yang akan meluluskan menjadi anggota Polri, hanya saja dengan syarat terlebih dahulau korban mempersiapkan sejumlah uang. Pada awalnya korban memberikan uang sebanyak Rp 255 juta, yang diberikan baik secara transfer maupun tunai. Hanya saja walaupun telah memberikan sejumlah uang anak korban Agung tidak juga lulus tes. Dengan tidak lulusnya anak korban, lantas Nu menyarankan untuk menemui RA yang bisa untuk meluluskan anak korban menjadi polisi. Dengan adanya arahan dari Nu korban dan anaknya tersebut langsung menemui RA, karena informasinya masih ada kuato tambahan (sisipan), hanya saja RA juga meminta uang sebesar Rp 125 juta. Walaupun sudah memberikan uang tersebut anak korban Agung masih saja tidak lulus, uang yang diberikan kepada RA juga tidak langsung melainkan secara tunai dan ada juga yang di transfer. Adapun untuk keterlibatan JP yang saat ini berstatus DPO adalah JP sering kali mengambil atau menerima uang yang diberikan korban dan untuk di serahkan ke RA. Penyerahan uang tersebut baik dilakukan secara transfer maupun diserahkan secara tunai kepada terlapor. (505)
Oknum Polisi Terlibat Calo Terancam Dipecat
Jumat 22-01-2016,13:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol: 68 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Terluka
Kamis 29-10-2026,11:23 WIB
Setahun Sekolah Rakyat, 44 Ribu Anak Nikmati Pendidikan Gratis, Gus Ipul Terharu
Kamis 29-10-2026,11:12 WIB
6 Pantangan Weton Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa, Ini 4 Hari yang Dipercaya Naas
Kamis 29-10-2026,10:36 WIB
Mengenal Harm Reduction, Pendekatan Pemulihan Adiksi Tanpa Harus Berhenti Total
Kamis 29-10-2026,11:07 WIB
dr. Zaidul Akbar Ungkap 3 Makanan Pemicu Perut Buncit, Kolesterol Tinggi dan Asam Urat
Terkini
Kamis 29-10-2026,19:05 WIB
Sekolah Rakyat Mukomuko Ditargetkan Terima Siswa Perdana Juli 2027
Kamis 29-10-2026,19:02 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Sinergi OPD, Targetkan Layanan PAUD HI Terpenuhi pada 2027
Kamis 29-10-2026,18:58 WIB
Tak Tunggu Tahapan Pemilu, KPU Mukomuko Benahi Data Pemilih Sejak Dini
Kamis 29-10-2026,18:54 WIB
Program Bengkulu-ku Terang Benderang, Dishub Catat 1.948 Realisasi Lampu Jalan Sepanjang 2026
Kamis 29-10-2026,18:51 WIB