KEPAHIANG, BE - Balai Benih Ikan (BBI) yang berada dibawah naungan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kepahing gagal mengembangkan pembenihan ikan plus (sidat,red). Salah satu penyebabnya, lantaran kurangnya daya beli masyarakat dan pengembangbiakan yang terlampau rumit. \"Sebelumnya memang kita mengembangkan komoditi ikan plus di BBI, hanya saja karena kurangnya peminat maka program tersebut tidak dilanjutkan. Komoditi ikan air tawar unggulan kita saat ini masih jenis ikan Nila, karena iklim Kepahiang sangat cocok untuk budidaya jenis ikan tersebut,\" ujar Kadis Nakan Kepahiang, Ir Romlan A Gani MSi melalui Kabid Perikanan, Rukismanto SPi beberapa saat yang lalu. Dikatakannya, pengembangan jenis ikan plus ini sebelumnya dikembangkan di UPTD BBI di desa Peraduan Binjai Kecamatan Tebat Karai. Selain ikan plus juga dikembangkan jenis ikan koi. \"Yang berkembang hanya jenis ikan koi saja, dan alhamdulillah sampai saat ini banyak peminatnya baik dari Kabupaten Kepahiang atau Kabupaten tetangga,\" jelasnya. Disampaikannya, proses budidaya dan pembenihan beberapa jenis ikan berbeda. Hanya saja dari pengamatan pihaknya, sejauh ini budidaya ikan air tawar akan terus mengalami peningkatan mengingat animo masyarakat yang tinggi. \"Sebenarnya seperti pengembangan ikan plus memiliki harga yang cukup bersaing dipasaran, hanya saja untuk pengembangnya di Kepahiang mungkin belum begitu cocok,\" sampainya. Terpisah Kepala UPTD BBI Desa Perduan Binjai, Suyadi membenarkan jika pihaknya gagal untuk melakukan pengembangan benih ikan plus. \"Sebenarnya pengembanganya gampang-gampang susah, hanya saja mungkin untuk iklim di Kepahiang belum begitu cocok, kemudian lagi petani banyak yang belum tertarik untuk budidaya jenis ikan plus tersebut,\" katanya. Menurutnya, pengembangan jenis ikan plus tersebut dilakukan pihaknya pada tahun 2014 lalu, hanya saja pada tahun 2015 ini tidak ada lagi anggaran untuk budidayanya. \"Kita hanya kembangkan pada tahun 2014 lalu, dan saat ini karena tidak berkembang kita hanya fokuskan untuk pengembangan jenis ikan koi dan ikan tawar lainnya saja,\" terangnya.(505)
Pengembangan Ikan Plus Gagal
Senin 07-12-2015,15:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,10:03 WIB
Daftar 26 Mahasiswa Baru S2 Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu yang Lulus Tes TPA dan Wawancara
Senin 27-07-2026,11:06 WIB
Sambut HUT RI ke-81, AMJ Gelar Turnamen Badminton Berhadiah Rp10 Juta
Senin 27-07-2026,15:55 WIB
Waspada Kemarau, Damkar Kota Bengkulu Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan
Senin 27-07-2026,15:59 WIB
Audit BPKP Bergulir, Dugaan Korupsi Rp6,2 Miliar di Disparpora Kepahiang Terus Diusut
Senin 27-07-2026,16:05 WIB
Fenomena 'Kotak Kosong' Masuk Desa, Ini Peta Aturan Baru Pilkades Serentak di Mukomuko
Terkini
Senin 27-07-2026,16:10 WIB
Pria Mengaku Polisi Diduga Bawa Kabur Motor Warga di Selupu Rejang
Senin 27-07-2026,16:05 WIB
Fenomena 'Kotak Kosong' Masuk Desa, Ini Peta Aturan Baru Pilkades Serentak di Mukomuko
Senin 27-07-2026,16:03 WIB
Satu Tahun Buron, Pelaku Pencurian Tas dan Peralatan Tukang di Pantai Panjang Ditangkap Polisi
Senin 27-07-2026,16:01 WIB
Tiga Terdakwa Korupsi Pamsimas Mukomuko Jalani Sidang Perdana, Tak Ajukan Eksepsi
Senin 27-07-2026,15:59 WIB