BENGKULU, BE - Terowongan yang berada di sisi kanan pintu masuk gerbang Benteng Marlborough menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) oleh pedagang serta masyarakat sekitar lokasi. Akibatnya terowongan yang dibangun pada masa gubernur Agusrin M Najamuddin tersebut menjadi busuk karena tumpukan sampah setiap hari yang dibuang oleh warga dan pedagang. Salah seorang pengunjung objek wisata andalan Kota Bengkulu, Wiharni (49) dari Bengkulu Selatan, kemarin (11/10) mengaku saat terganggu dengan aroma tidak sedap dari dalam terowongan dengan kedalaman sekitar 6 mater tersebut. \"Bagaimana mau nyaman kalau baunya seperti ini. Kita masuk tadi sudah kecium busuknya. Harusnya dibersihkan jangan sampai dijadikan tempat pembuangan sampah,\" ujarnya. Wiharni yang berwisata bersama keluarga besarnya tersebut menuturkan jika mereka juga merasakan keengganan untuk berbelanja makanan (jajanan) yang dijajakan pedagang di depan pintu gerbang masuk Benteng Marlborough akibat bau tidak sedap. \"Bagimana mau makan kalau baunya sangat menyengat, bisa-bisa muntah nanti,\" tukasnya. Hal senada disampaikan Anton Mawi (26) pemuda asal Kepahiang yang tengah berwisata bersama kekasihanya. Bahwa kondisi tumpukan sampah di terowongan menimbulkan kesan buruk bagi pengunjung. \"Kesannya bangunan tidak terawat, padahal masuk saja bayar hingga Rp 5000. Masa untuk pengelolaan sampah saja tidak mampu, trus dananya untuk apa,\" tanya Anton. Keduanya sangat menyangkan kondisi terowongan yang tidak terawat, karena nama besar objek wisata tersebut sudah tersohor ke seluruh daerah bahkan di luar Provinsi Bengkulu karena menyimpai sejarah peperangan di masa kolonial Inggris. Sehingga daya tarik bangunan tua itu sangat tinggi bagi masyarakat untuk berkunjung ke bangunan pertahanan bagi pasukan tentarang Inggris saat menjajah Bengkulu. \"Di daerah saya terutama desa saya, masyarakat itu kalau bercerita Bengkulu mereka pasti menyebutkan ingin ke Benteng. Tetapi jika kondisinya terus begini bisa-bisa pengunjung yang datang kecewa dan tidak mau datang lagi, karena kesannya sudah jelek,\" tuturnya. Sementara itu, Wanto pedagang sekitar Benteng menuturkan, banyak orang membuang sampah di terowongan, bukan hanya pedagang tetapi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk sekadar membuat sampah. \"Bukan hanya orang sini, tetapi ada juga yang datang dari jauh cuma buang sampah,\" tukasnya. (320)
Terowongan Jadi Tempat Sampah
Senin 12-10-2015,10:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 13-10-2026,15:58 WIB
Pemkab Mukomuko Siapkan Usulan Rp9 Miliar untuk Gedung Metrologi Legal ke Kemendag
Selasa 13-10-2026,15:29 WIB
Bank Bengkulu Tawarkan Cashback Rp1 Juta untuk Kredit Pensiunan, Berlaku hingga 30 November ?
Selasa 13-10-2026,15:26 WIB
BPKAD Kota Tegaskan Mess Pemda Resmi Jadi Aset Pemkot Bengkulu Sejak 2025
Selasa 13-10-2026,14:08 WIB
BRIEF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi dan Perluasan Ekspor Produk Bengkulu
Selasa 13-10-2026,16:03 WIB
Pemkab Mukomuko Dukung PPPK Penuh Waktu, tetapi Minta Kejelasan Siapa yang Menanggung Gaji
Terkini
Rabu 14-10-2026,10:08 WIB
Kemenag Gandeng Al-Azhar Mesir, Program Double Degree Dua Negara Disiapkan
Rabu 14-10-2026,10:01 WIB
Begini Cara Berhenti Langganan Instagram Eksklusif Artis Tanpa Nonaktifkan Akun
Rabu 14-10-2026,09:54 WIB
IIBF 2026: Ajarkan Anak Pahami Krisis Lingkungan Tanpa Rasa Takut
Rabu 14-10-2026,09:47 WIB
Tak Perlu Kebun Luas, Ini Cara Menanam Tomat di Polybag dari Benih hingga Panen
Rabu 14-10-2026,09:39 WIB