JAKARTA - Satu demi satu alat bukti tindak pidana terorisme ditemukan oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri. Di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), polisi mengklaim menemukan bahan baku pembuatan bom dalam jumlah besar. \"Masih dihitung totalnya, tapi kira-kira hampir setengah kuintal (50 kg, Red),\" ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar d kemarin (8/1).
Bahan baku bom itu ditemukan dalam penyisiran lapangan di kebun kacang di daerah Dompu, NTB. \"Itu tersebar di beberapa titik,\" kata Boy. Polisi menduga bom itu akan digunakan untuk menyerang beberapa target di Bima dan Lombok. \"Kelompok ini mengincar hotel, kantor polisi dan juga tempat wisata,\" ujar mantan Kapoltabes Padang itu.
Boy tak membantah bahwa itu membuktikan kontrol bahan peledak oleh Polri kebobolan. Namun, dia berdalih hal itu terjadi karena kelompok teroris semakin kreatif mencari bahan.
Jika bahan baku 50 kg bom itu disatukan dan digunakan untuk menyerang, dampaknya bisa fatal. Sebagai ilustrasi, peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta pada 2009 hanya membutuhkan bahan bom tak lebih dari lima kilogram. Berarti, jika 50 kilogram diledakkan secara sekaligus, efek ledakannya 10 kali lipat. \"Bisa sampai 500 meter radius ledakannya,\" ujar seorang penyidik anti teror yang tak mau disebutkan namanya.
Bahan itu merupakan campuran antara nitrat urea dengan bahan kimia lain yang sudah dimodifikasi. \"Sebenarnya pupuk urea murni yang dimampatkan (dipadatkan, red) saja sudah cukup berbahaya,\" kata sumber tersebut.
Di bagian lain, keluarga terduga teroris yang ditembak Densus 88 akan terbang ke Jakarta. Termasuk keluarga Hasan alias Kholil dari Makassar. Istri Kholil, Endang, akan meminta bantuan advokasi dari tim pengacara muslim di Jakarta. Kholil ditembak di Masjid Nur Afiyah RSUP Dr Wahidin Makassar tanpa perlawanan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos dari kalangan aktivis di Bima, mereka akan membentuk tim pencari fakta sebagai sarana informasi pembanding polisi. \"Ada informasi bahwa yang ditembak di NTB sebenarnya sudah ditangkap sehari sebelumnya. Mereka disuruh lari lalu ditembak,\" ujar seorang aktivis Bima yang menolak ditulis identitasnya.
Orang-orang yang ditembak itu berlatarbelakang petani dan pedagang kue. \"Mereka bukan orang yang berkemampuan khusus. Jangankan menembak, memegang senjata pun belum pernah,\" katanya. Hasil tim pencari fakta di NTB akan dibawa ke Jakarta. Mereka akan melapor ke Komnas HAM dan Komisi III DPR. (rdl/ca)
Densus Temukan 50 Kg Bahan Bom
Rabu 09-01-2013,10:05 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-04-2026,09:44 WIB
Motor Nenek Digelapkan untuk Judi Online, Pemuda Manna Ditangkap di Warnet
Kamis 09-04-2026,09:26 WIB
Proyek Drainase Pasar Ampera Terkendala Bangunan di Sempadan Jalan
Kamis 09-04-2026,09:00 WIB
Pengembalian Dana THL Belum Tuntas, Fakta Baru Terungkap di Sidang Suap PDAM Bengkulu
Kamis 09-04-2026,09:33 WIB
Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal
Kamis 09-04-2026,09:11 WIB
Dua Terduga Pelaku Pencurian Sawit di Manna Diamankan Polisi dan Warga
Terkini
Kamis 09-04-2026,21:54 WIB
348 Mahasiswa Universitas Dehasen di Wisuda
Kamis 09-04-2026,16:36 WIB
Hasil Pemenang Lelang Jabatan Diumumkan Bulan Ini, Posisi Inspektur Kota Bengkulu Masih Kosong
Kamis 09-04-2026,16:34 WIB
Buron Berbulan-bulan, Pelaku Curat di Ratu Agung Akhirnya Tertangkap di Persembunyian
Kamis 09-04-2026,16:31 WIB
Terkuak! Dugaan ‘Jual-Beli Kursi’ Rekrutmen Non ASN di RSKJ Bengkulu, 40 Saksi Diperiksa
Kamis 09-04-2026,16:29 WIB