BENGKULU, BE - Kasus penyakit malaria di Kota Bengkulu cukup rentan dialami masyarakat, sebab wilayah Bengkulu merupakan daerah tropis. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu pada tahun 2014 mencapai 10,301 pasien yang menderita malaria. Namun angka tersebut sudah mendekati tahap eliminasi lantaran dari upaya pemberantasan yang terus dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Informasi Kesehatan (KKIK) Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Karimmel Siwambela SKm, bahwa tahap eliminasi itu berarti tidak ada lagi penderita malaria. Seperti yang sudah dialami di beberapa daerah yakni Kepahiang, Rejang Lebong dan Lebong. Sebab angka penderita dari ketiga daerah tersebut sudah berada di angka 1 yakni Kepahiang 0,35, Rejang Lebong 0,03 dan Lebong 0,01. \"Tapi kita kota, Bengkulu Utara, Seluma dan Benteng rasanya belum bisa eliminasi, tapi dibanding sebelumnya angka penderita kita sudah menurun dan tidak bisa lagi dimasukkan dalam kategori malaria,\" ujar Karimmel. Sedangkan dari pencegahan dan pemberantasan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu selama ini dengan pembagian kelambu berpestisida, kemudian pemberantasan bibit nyamuk dengan sistim fogging/pengasapan dan sosialisasi terhadap masyarakat tentang gejala dan penyebab terjadinya malaria itu sendiri. \"Dan kita juga sudah memberikan obat CT/obat malaria kepada masyarakat yang langsung mencegah dan menyembuhkan langsung dari dalam tubuh itu sendiri, dan setiap penderita dikasih obat CT jadi benar-benar tuntas dari tubuhnya itu,\" bebernya. Kemudian Karimmel Siwambela mengakui bahwa untuk saat ini kondisi lingkungan Kota Bengkulu sudah bersih sebab sedikit demi sedikit sudah mulai timbul kesadaran dari masyarakat sehingga tempat bersarang nyamuk tidak ada lagi. \"Kalau dulu kan penyakit tertinggi di Kota Bengkulu itu malaria, jadi ada yang dikatakan membersihkan, menguras dan mengubur, jadi tidak ada tempat nyamuk bersarang lagi sehingga lama-kelamaan punah, nah itu yang dinamakan eliminasi dan kita sudah mulai mendekati tahap itu,\" tukasnya. Meskipun sudah mulai angka penderita tersebut mulai menurun, diakuinya bahwa kedepan pihak Dinkes akan terus melakukan upaya pemberantasan agar tahap eliminasi tersebut bisa tercapai \"Untuk kedepan pihak Dinkes Kota Bengkulu akan mengajak masyarakat bergotong royong lagi dan bentuk upaya-upaya pencegahan lainnya,\"tambanya.(cw3)
Penyebaran Malaria Menurun
Selasa 07-07-2015,10:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 08-09-2026,12:10 WIB
Harga Emas Antam Terbaru, Berapa Harga 1 Gram Hari Ini?
Selasa 08-09-2026,11:45 WIB
Jangan Asal Disapu! Ini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah
Selasa 08-09-2026,16:24 WIB
Diduga Picu Keracunan 7 Siswa, SPPG Padang Jati II Kota Bengkulu Hentikan Penyaluran MBG
Selasa 08-09-2026,11:37 WIB
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berbahaya bagi Kesehatan? Ini Penjelasan Dokter
Selasa 08-09-2026,13:43 WIB
Danlanal Bengkulu Temui Wali Kota Dedy Wahyudi, Bahas Sampah, Perikanan hingga Program Kedelai
Terkini
Selasa 08-09-2026,16:26 WIB
Warga Kota Bengkulu Diminta Waspadai Potensi Sebaran Abu Vulkanik
Selasa 08-09-2026,16:24 WIB
Diduga Picu Keracunan 7 Siswa, SPPG Padang Jati II Kota Bengkulu Hentikan Penyaluran MBG
Selasa 08-09-2026,16:22 WIB
Kecelakaan Maut di Pulau Baai Bengkulu, Pemotor Tewas Saat Truk Hendak Berbelok
Selasa 08-09-2026,16:20 WIB
Pemprov Bengkulu Gerak Cepat Tindaklanjuti SPI 2025, OPD Diminta Tak Anggap Formalitas
Selasa 08-09-2026,16:18 WIB