Warga Desa Pagar Gading Kecamatan Pino Raya khususnya yang memiliki lahan pertanian atau perkebunan di seberang Sungai Air Pino, selama ini selalu menggunakan rakit setiap pergi-pulang dari lokasi itu. Sebab saat ini belum ada jembatan penyeberangan di daerah tersebut. Menurut tokoh masyarakat Desa Pagar Gading, Miskan, setiap menggunakan jasa rakit itu, khususnya mengangkut hasil pertanian, mereka harus membayar uang sewa Rp 100/kg. Dengan kondisi itu, maka pengeluaran warga bertambah. Selain membayar sewa rakit, warga juga harus membayar sewa ojek menuju desa. Sebab itu, Miskan mengharapkan Pemkab BS dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan gantung yang melintasi Sungai Air Pino tersebut. \"Jika sudah ada jembatan, maka akan memudahkan warga khususnya petani di desa kami untuk mengangkut hasil pertanian atau perkebunan,\" katanya.(369)
Angkut Hasil Bumi Pakai Rakit
Selasa 08-01-2013,12:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 17-09-2026,14:30 WIB
Usai Audit 17 Puskesmas, Inspektorat Mukomuko Bidik 120 Desa
Kamis 17-09-2026,11:12 WIB
Meta One Resmi Meluncur, Paket Instagram hingga WhatsApp Mulai Rp52 Ribuan per Bulan
Kamis 17-09-2026,11:01 WIB
25 Ribu Pelari Serbu GBK, Pelari Kenya Ikut Ramaikan MILO ACTIV Indonesia Race 2026
Kamis 17-09-2026,14:28 WIB
1.000 Aparatur Desa di Mukomuko Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Kamis 17-09-2026,11:39 WIB
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Terkini
Kamis 17-09-2026,16:57 WIB
Sidang Perkara Perdata, Saksi Pastikan 12 Akta Dibacakan Sebelum Ditandatangani
Kamis 17-09-2026,16:50 WIB
Kepala SMKN 1 Bengkulu Dipanggil Disdikbud, Sanksi Tunggu Keputusan Sekda dan BKD
Kamis 17-09-2026,14:33 WIB
Siap Digunakan, Kapolres Mukomuko Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi
Kamis 17-09-2026,14:30 WIB
Usai Audit 17 Puskesmas, Inspektorat Mukomuko Bidik 120 Desa
Kamis 17-09-2026,14:28 WIB