JAKARTA, BE – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini bisa di bawah 5 persen. Tetapi, secara umum BI masih mengharapkan pertumbuhan ekonomi tahunan berada di angka 5–5,4 persen. Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengungkapkan, ada dua kondisi yang perlu diwaspadai. Misalnya turunnya harga komoditas yang berpengaruh pada permintaan serta kecepatan pencairan anggaran di Indonesia. ”Kontribusi Ramadan dan Lebaran tahun ini terhadap pertumbuhan ekonomi juga lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, penerimaan negara di aspek pajak pertambahan nilai (PPN) lebih rendah. Apalagi, permintaan jelang Lebaran juga belum terlalu kuat,” tutur dia. Hal tersebut tak lepas dari disbursement anggaran pemerintah yang masih terbatas dan kinerja perusahaan yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan. ”Namun, saya ingin inflasi bisa di level 0,6 persen (month-to-month). Artinya, itu masih sejalan dengan target inflasi BI, yakni di kisaran 4 plus minus 1 persen,” sambungnya. Keadaan volatile food seperti bawang merah, cabai merah, telur ayam, beras, dan daging ayam juga diyakini masih memberikan tekanan terhadap inflasi. ”Tapi, perlu diwaspadai karena risiko dari El Nino masih ada. Dan kami ingin volatile food menjadi sumber yang menekan inflasi,” ujar dia. Agus juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi 2015 dengan beberapa hal. Di antaranya, kebijakan untuk properti dan kendaraan terkait dengan aturan loan to value (LTV) yang nanti berlaku untuk lembaga keuangan konvensional serta syariah. Selain itu, ada kerja sama antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah untuk menurunkan bunga? UMKM. Juga ada pemberian insentif dan disinsentif dalam bentuk giro wajib minimum (GWM)-loan to deposit ratio (LDR). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menambahkan, BI juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, BI mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat realisasi pencairan anggaran, termasuk proyek-proyek infrastruktur, dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural guna mendorong perbaikan prospek ekonomi ke depan. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun ini membaik. Hal itu didukung meningkatnya konsumsi dan investasi pemerintah, sejalan dengan semakin meningkatnya implementasi proyek-proyek infrastruktur serta penyaluran kredit perbankan. (dee/c11/tia)
Ekonomi Tumbuh di Bawah 5 Persen
Selasa 23-06-2015,08:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,19:15 WIB
Sopir Tak Tersedia, Jenazah Diantar Pickup, Pemkab Lebong Bertindak
Selasa 24-03-2026,18:53 WIB
Tarif Pantai Cemoro Sewu Disorot, BKSDA Bengkulu Tegaskan Sudah Sesuai Aturan
Selasa 24-03-2026,17:13 WIB
DPRD Soroti Seleksi 11 JPT Pratama Pemkot Bengkulu, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pejabat
Selasa 24-03-2026,17:18 WIB
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Mukomuko Wajib Hadir, Pemkab Siapkan Sidak ke OPD
Selasa 24-03-2026,18:17 WIB
Puluhan Ribu Wisatawan Padati Destinasi Wisata Kota Bengkulu Saat Lebaran
Terkini
Rabu 25-03-2026,15:59 WIB
Bupati Rifai Tajuddin Warning ASN: Jangan Tambah Libur
Rabu 25-03-2026,15:54 WIB
Tragis! Pria di Bengkulu Nyaris Tewas Setelah Dibakar Mantan Kekasih
Rabu 25-03-2026,15:31 WIB
Pantai Batu Kumbang Dipadati Wisatawan, Kapolres Mukomuko Larang Pengunjung Berenang
Rabu 25-03-2026,15:28 WIB
Kapolres Kaur Turun Langsung Bantu Pemudik Pecah Ban
Rabu 25-03-2026,15:23 WIB